Munculnya nama Aa Gym di posisi teratas hasil survei Lembaga Survei Poltracking, tidak mengejutkan Kang Dedi Mulyadi, sebagai bupati Purwakarta. "Setiap orang memiliki hak untuk memilih dan dipilih, untuk dicalonkan dan mencalonkan," tutur Kang Dedi.

Hanta Yuda Direktur Pol-Tracking Institute

Hanta Yuda Direktur Pol-Tracking Institute

Lembaga Survei Poltracking merilis survei calon Gubernur Jawa Barat untuk Pilkada 2018. Data dari survei terbilang mengejutkan, karena diluar perkiraan, ada nama Aa Gym yang memiliki popularitas paling tinggi, mengalahkan Deddy Mizwar, Dede Yusuf dan Ridwan Kamil.

Melihat masuknya calon kandidat baru dalam Pilkada Jawa Barat 2018, Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta menyambut baik masuknya Aa Gym."Saya sambut dengan gembira, masuknya Aa Gym dalam  bursa Pilgub Jawa Barat," ujar Dedi di Purwakarta.

Dengan kemunculan Aa Gym, menurut Kang Dedi, cukup menguntungkan masyarakat Jawa Barat, karena memiliki berbagai alternatif tokoh dari yang selama ini ramai dibicarakan menghadapi pemilihan umum, Kepala Daerah Jabar 2018.

Hanta Yuda, Direktur Poltracking menyampaikan dalam rilis yang diterima antaranews.com, bahwa nama Aa Gym memiliki popuritas paling tinggi sebesar 92,04%, kemudian disusul dengan Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar dengan 86,05%. Kemudian posisi ketiga diperoleh politisi Partai Demokrat Dede Yusuf dengan 84,03%. 

Posisi ke-empat dinaungi oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dengan prosentase 79%. Selanjutnya aktris sekaligus politisi PAN Desy Ratnasari 78%, dan Rieke Dyah Pitaloka sebesar 71,38%.

Sementara ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi MUlyadi dan politisi PAN Primus Yustisio dengan prosentase masing-masing 57,63% dan 55,38%.

Kang Dedi menilai, dalam negara demokrasi, setiap orang memiliki hak yang sama untuk mengartikulasikan kepentingan politinya masing-masing."Setiap orang memiliki hak untuk memilih dan dipilih, untuk dicalonkan dan mencalonkan. Termasuk Aa Gym, dan semua kalangan bisa mengikutinya, itu hal yang normal," tuturnya dan dirasakan tidak ada kekhawatiran atas hasil survei Lembaga Poltracking. 

REAKSI ANDA?

Komentar Facebook