siapapun yang nantinya terpilih untuk memimpin Jakarta, yang terpenting bagi mantan bupati Belitung Timur tersebut adalah warga Jakarta tetap bisa menikmati fasilitas kota yang telah ia kerjakan, seperti jembatan layang Pancoran.

Warga Jakarta pasti sudah tidak terkejut lagi dengan kemacetan yang terjadi di kawasan Pancoran dalam beberapa waktu terkhir ini. Kemacetan ini merupakan dampak dari pembangunan jembatan layang Pancoran yang menutup sebagian badan jalan.

Keluhan pun muncul dari masyarakat karena kemacetan yang dirasakan cukup parah dan merugikan dari segi waktu dan tenaga. Keluhan ini pun sampai kepada Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Sebagai orang yang menggagas pembangunan jembatan layang Pancoran, Ahok mengakui proyek ini mengganggu aktivitas warga. Namun, Ahok mengaku telah memperhitungkan segala sesuatunya sebelum memulai proyek. 

Ahok membeberkan dirinya berkonsultasi dengan kosultan untuk mengambil langkah yang paling baik. Jika proyek ini diselesaikan satu persatu, kemacetan yang terjadi hanya 30 persen. Namun sebagai gantinya, proyek baru bisa selesai kurang lebih 10 tahun. Sedangkan kalau proyek ini dikerjakan sekaligus, kemacetan yang terjadi mencapai 80 persen. Tetapi proyek ini akan selesai dalam 1-2 tahun saja.

Pilihan Ahok jatuh pada penyelesaian sekaligus meski konsultan telah memperingatkan langkah ini akan merugikan dirinya secara politik, tepatnya dalam Pilkada DKI Jakarta. Ahok sendiri sepertinya tidak keberatan atas hal itu karena menurutnya yang terpenting adalah seluruh pekerjaannya selesai.

 "Tapi kita kan bukan masalah kepilih atau enggak kepilih, kita bicara mengatasi masalah atau tidak," kata Ahok seperti yang dilansir dari Kompas, Jumat (14/4). .Jadi siapapun yang nantinya terpilih untuk memimpin Jakarta, ia  cukup meresmikan jalan dan warga bisa menggunakan jembatan layang.

Sementara untuk mengatasi kemacetan, Pemprov DKI tengah bekerja sama dengan Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) dengan beberapa kebijakan, seperti membangun detour atau jalan alih darurat serta  menambah time period untuk traffic light Kuningan dari arah timur di pagi hari menjadi 180 detik karena exit tol Pancoran di pagi hari akan dilakukan sistem buka-tutup.

REAKSI ANDA?

Komentar Facebook