Dinilai sebagai kelompok yang menunjukkan sikap intoleran, warga Kota Semarang, Jawa Tengah, pun menolak keberadaan Front Pembela Islam (FPI).

Isu-isu terkait pembentukan FPI di Semarang dalam beberapa waktu terakhir memang kencang terdengar. Warga Semarang pun berkali-kali menyuarakan penolakan terhadap rencana tersebut. Puncak penolakan terjadi pada Kamis (13/4) malam yang dilakukan sejumlah organisasi di depan rumah Ketua Advokasi Hukum Front Pembela Islam Jawa Tengah Zaenal Abidin Petir. Sebenarnya apa yang menjadi alasan warga menolak keberadaan FPI?

Semarang sendiri dikenal sebagai kota yang paling toleran dengan perbedaan budaya dan agama warganya. Sementara warga Semarang menilai FPI adalah ormas yang seringkali menunjukkan sikap intoleransi. Contohnya, di Semarang sering diadakan fetival atau acara yang bersifat terbatas namun selalu dipermasalahkan eksponen FPI. Hal ini dirasakan oleh sebagian besar warga Semarang mengganggu dan meresahkan.

Laskar Merah Putih sebagai salah satu organisasi yang menolak keberadaan FPI menyebut bahwa FPI diluar Semarang memiliki rekam jejak sebagai ormas penebar kebencian dan bersikap intoleransi. Padahal, Semarang bisa maju karena disangga beragam komponen suku, agama, etnis, maupun budaya. 

Organisasi Patriot Garda NKRI menambahkan, Semarang membutuhkan sosok kreatif yang bisa bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat membangun kota Semarang, bukan kelompok intoleran.

Sementara itu, Kapolrestabes Semarang Kombes Abiyoso Seno Aji menyatakan pembentukan DPW FPI Semarang resmi dibatalkan. Hal ini diputuskan oleh pihak kepolisian setelah melihat sikap penolakan dari warga Semarang. 

"Kami tak berpihak siapapun. Polisi hanya berpihak kepada keamanan dan kenyamanan masyarakat," jelas Abiyoso, seperti yang dilansir dari Liputan6.

REAKSI ANDA?

Komentar Facebook