Mandegnya penanganan kasus Novel Baswedan menimbulkan banyak spekulasi, di antaranya adalah adanya keterlibatan jenderal polisi.

Kasus penyiraman air keras terhadap salah satu penyidik KPK, yakni Novel Baswedan, hingga kini belum nampak titik terangnya. Bagaimana kabarnya kasus penganiayaan yang menyebabkan Novel mengalami gangguan penglihatan tersebut?

Kabar simpang siur pun akhirnya datang dari berbagai sumber. Yang paling santer terdengar adalah kabar adanya jenderal polisi yang terlibat dalam penyerangan Novel ini. Namun isu tersebut langsung dibantah oleh Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.

"Tidak ada jenderal polisi," tegasnya.

Presiden Jokowi pun menurut penuturan Tito telah dengan tegas memerintahkan aparat untuk segera menuntaskan kasus ini. Namun Tito menyampaikan bahwa pihaknya mengalami banyak kendala.

Hingga kini, polisi sudah mendengarkan keterangan dari 59 saksi, lima orang diamankan, dan penyelidikan terhadap rekaman cctv lebih dari 50 dalam radius 1 km. Tak hanya itu, 100 lebih toko kimia juga sudah diperiksa.

"Namun kita belum dapat saksi pada saat kejadian," kata Tito lagi seperti diwartakan Setkab.go.id.

Walau demikian, saksi yang cukup penting sudah berhasil ditemukan. Saksi ini melihat kira-kira lima menit sebelum peristiwa terjadi ada sosok mencurigakan di lokasi kejadian.

"Dia melihat kira-kira lima menit sebelum peristiwa, ada orang yang berdiri di dekat masjid, yang itu sosoknya mencurigakan, yang diduga dia adalah pengendara sepeda motor penyerang," ucap Tito yang tidak ingin menyebutkan nama saksi tersebut dengan dalih keamanan.

Tak hanya itu, beberapa upaya seperti bekerja dengan kepolisian Australia, rekonstruksi dengan sistem komputer, hingga sketsa pelaku dengan teknologi mutakhir pun telah digunakan.

Seperti diberitakan, Novel Baswedan telah diserang oleh dua pengendara motor dengan cara disiram dengan air keras. Hingga kini, ia pun diberitakan mengalami kerusakan pada penglihatannya dan sedang mengalami perawatan.

REAKSI ANDA?

Komentar Facebook