Atas angan-angan Presiden Sukarno memiliki ibukota negara seperti di Eropa. Pada 17 Juli 1957, Sang Proklamator berkunjung ke Palangkaraya, menyusuri sungai Kahayan selama 2 hari.

Keinginan Presiden Jokowi merealisasikan apa yang menjadi cita-cita Presiden Sukarno, sepertinya sudah mulai terkuak, yaitu wacana memindah ibu kota dari Jakarta ke Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Keinginan tersebut diungkapkan presiden Jokowi kepada Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) sekaligus Kepala Bappenas.

"Kita perlu kajian-kajian tersebut, karena Presiden sangat serius untuk mempertimbangkannya," tutur Bambang Brodjonegoro saat membukan Musyawarah Perencanaan Pembangunan  (Musrenbang) Kalteng 2017 di Palangkaraya seperti dilansir dari mediaindonesia.com.

Dalam acara tersebut, Bambang berusaha memperdalam kajian teknis harus dilakukan sebab, pemindahan ibu kota negara bukan seperti orang pindah rumah, melainkan memindahkan ekosistem yang kompleks. Presiden berpesan bahwa dalam praktiknya tidak membebankan negara.  "Jangan saat pemindahan nanti memberatkan APBN dan jangan sampai berhutang untuk realisasinya,"tegas Bambang.

Apa yang menjadi cita-cita Presiden Sukarno mungkin menggambarkan bahwa beberapa ibu kota negara di Eropa terletak di pinggiran sungai. Karena ide itulah 17 Juli 1957, presiden Sukarno  melakukan penyisiran sungai Kahayan di Palangkaraya selama 2 hari, sehingga akhirnya didirikan sebuah tugu yang akan menjadi momentum berdirinya ibu kota dilain waktu.

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran mengaku siap atas rencana pemindahan ibu kota itu dan akan menyiapkan lahan seluas 500 ribu hektare. Lahan tersebut berada di tiga wilayah, yakni Kota Palangkaraya, Kabupaten Katingan, dan Gunung Mas. “Kita saat ini sedang mengkaji status tanah, letak kawasan, serta menyinkronisasikan dengan tiga wilayah,” kata Sugianto.

Dalam Musrenbang Provinsi Kalimantan Selatan, kemarin, menghasilkan keputusan bulat untuk tak lagi mengandalkan sektor pertambangan dan mengalihkannya ke sektor pangan dan pariwisata. Selain dua sektor tersebut, Kalsel merencanakan pengembangan industri pengolahan dan perdagangan guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengatakan ada beberapa fokus yang dibahas dalam musrenbang, di antaranya pengembangan tiga kawasan strategis nasional (KSN), yakni Rantau di Kabupaten Tapin, Jorong di Kabupaten Tanahla­ut, dan Batulicin di Kabupaten Tanah Bumbu. “Tanah Bumbu yang dinilai paling siap karena tersedianya fasilitas seperti pelabuhan, bandara, dan industri seperti pabrik baja,” tambah Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Kalsel, Nurul Fajar Desira.

REAKSI ANDA?

Komentar Facebook