Potensi Zakat di Indonesia Rp217 triliun. Sedangkan di Jawa Barat memiliki potensi zakat sebesar Rp17,6 triliun pertahun. Pendapat ini disampaikan oleh dr. Sauqy dalam penelitiannya.

Potensi Zakat di Indonesia Rp217 triliun. Sedangkan di Jawa Barat memiliki potensi zakat sebesar Rp17,6 triliun pertahun. Jumlah tersebut merupakan jumlah potensi terbesar di Indonesia, mengingat Jabar dengan jumlah penduduk terbanyak dengan mayoritas muslim.

Data tersebut dikutip oleh Arif Ramdhani, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jabar, dari seorang peneliti muslim dr. Sauqy. Arif mengakui dari total potensi zakat di Jawa Barat, baru bisa dihimpun dibawah Rp500 miliar saja."Salah satu kemungkinan karena sebagian muslim berzakat sendiri belum melalui lembaga atau memang belum menunaikan zakat," tutur Arif seperti dilansir dari laman pikiran-rakyat.com.

Untuk menambah potensi orang ingin membayar zakat, pihaknya harus melakukan sosialisasi dan edukasi. Selain itu, akan dibangun jaringan sampai tingkat kelurahan yang ada di setiap kota dan kabupaten. Selain itu, di masjid-masjid juga membentuk unit pelayanan zakat.

Tahun ini, Baznas Jabar menargetkan zakat bisa terhimpun Rp 750 miliar. Terkait dengan lembaga formal penghimpun zakat, ada lembaga amil zakat yang dibentuk masyarakat dan mendapat izin dari pemerintah."Sekarang di tingkat Jabar tidak lebih dari 15 lembaga yang punya izin. Kelima belas lembaga tersebut telah memenuhi standar pengelolaan keuangan dan teraudit," jelas Arif.

Untuk zakat bulan Ramadhan ini, pihaknya mentargetkan terkumpul zakat Rp230 miliar. Karena tahun lalu telah mencapai Rp217 miliar, dengan komposisi zakat fitrah mencapa porsi 40%.

Dalam distribusi zakat, Arif menuturkan penyalurannya melalui program charity, kepada orang  jompo, atau lansia. Kebutuhan mereka paling dasar 30% berupa dasar makanan. Selebihnya ada usaha melakukan pemberdayaan. Sejauh ini penerima zakat mencapai 18 ribuan, harapannya dapat meningkat menjadi lebih dari 25 ribu penerima zakat.

REAKSI ANDA?

Komentar Facebook