Survei oleh PPS UIN Sunan Gunung Djati melibatkan 5.000 warga Jawa Barat yang sudah memiliki hak pilih yang didominasi lulusan SMA sederajat. Popularitas Ridwan Kamil turun 5,8%, disusul dengan elektabilitasnya juga turun 14,71%. Namun gejala ini dianggap wajar, seiring naiknya prosentase keempat Cagub lain.

Hasil survei yang dilakukan oleh program Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada  calon peserta Pilgub Jabar 2018, menunjukkan hasil yang fluktuatif pada tingkat popularitas dan elektabilitas sejumlah calon.

Agus Salim Mansyur, Direktur PPS UIN Gunung Djati, terdapat lima bakal calon yang memiliki tingkat popularitas dan elektabilitas  menjadi Gubernur Jawa Barat 2018. "Kelima calon gubernur yang mengalami fenomena fluktuatif tersebut antara lain, Deddy Mizwar, Ridwan Kamil, Dede Yusuf, Iwa Karniwa dan Dedi Mulyadi. Tingkat fluktuasi terjadi setelah membandingkan hasil survei pertama 20 Maret-1 April 2017, dengan  survei yang kedua pada 22 Mei-4 Juni 2017," tutur Agus seperti yang dilansir dari laman Pikiran-Rakyat.com.

Detail dari survei kedua,  menunjukkan popularitas Deddy Mizwar meningkat dari 18,65% di survei pertama menjadi 19,71% di survei kedua. Ridwan Kamil menurun dari 24,28% menjadi 18,48%. Posisi ketiga diisi oleh Dede Yusuf dengan peningkatan dari 15,68% menjadi 17,41%. Iwa Karniwa meningkat dari 8,99% menjadi 13,88%. Sedangkan Dedi Mulyadi meningkat dari 10,70% menjadi 11,60%.

Sedangkan data terkait elektabilitas, juga mengalami gejala fluktuatif. Keempat calon gubernur mengalami peningkatan, kecuali Ridwan Kamil yang elektabilitasnya turun signifikan.

"Ridwan Kamil pada survei awal diangka 55,11%, namun survei kedua turun menjadi 40,40%. Urutan kedua, Deddy Mizwar memingkat dari 16,30% menjadi 22,38% pada survei kedua. Sedangkan Dede Yusuf dari 11,68% meningkat menjadi 12,57%. Keempat, Iwa Karniwa melejit dari 2,55% menyalip elektabilitas Dedi Mulyadi diangka 10,44%. Sementara peringkat kelima Dedi Mulyadi meningkat dari 6,17% menjadi 10,08%," jelas Agus.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara pada sejumlah responden, Tim Peneliti mempersepsi turunnya persentase tingkat popularitas dan elektabilitas Ridwan Kamil dipengaruhi banyak hal. Namun, yang tertangkap dalam kajian kualitatif  Tim Peneliti untuk tingkat elektabilitas ada kecenderungan responden terpengaruh oleh pemberitaan dan informasi terkait dengan diusungnya pencalonan Ridwan Kamil oleh Partai Nasdem sebagaimana tanggapan miring sejumlah citizen. 

Sementara itu, terkait tingkat popularitas Ridwan Kamil berdasarkan jumlah responden tidak mengalami penurunan yang signifikan; turunnya persentase popularitas Ridwan Kamil karena bakal calon lainnya, khususnya bakal calon yang empat mengalami kenaikan. 

“Kenaikan calon yang empat ini, terutama Deddy Mizwar, Iwa Karniwa, dan Dedi Mulyadi karena penggerakan mereka sudah mulai melakukan sosialisasi dalam berbagai bentuk, baik bertatap muka langsung maupun menggunakan media luar ruang, seperti spanduk dan poster,” ujar dia.

Beberapa nama bakal calon yang persentasenya di bawah lima besar, menurut Agus, mereka dikategorikan sebagai bakal calon wakil gubernur. 

Pada survei kedua, tingkat popularitas cawagub berbeda-beda: Netty Prasetyani Hermawan (3,82%), Uu Ruzhanul Ulum (3.40%), Tb. Hasanuddin (2,36%), Puti Guntur Soekarno (2,22%), Soetrisno (1,92%), Iwan Sulanjana (1,60%), Ineu Purwadewi (1,10%), Agung Suryamal (0.90%), Irfan Suryanagara (0,89%), dan Haris Yuliana (0,75%).

Masih pada survei kedua, tingkat elektabilitas mereka untuk menjadi bakal calon gubernur cukup rendah, tetapi untuk menjadi bakal calon wakil gubernur meningkat, yakni : Uu Ruzhanul Ulum (5.42%), Netty Prasetyani Hermawan (4,96%), Tb. Hasanuddin (2,56%), Inneu Purwadewi (2,15%), Soetrisno (1,49%), Puti Guntur Soekarno (1,37%), Iwan Sulanjana (1,19%), Agung Suryamal (0.600%), Haris Yuliana (0,72%), dan Irfan Suryanagara (0,42%).

REAKSI ANDA?

Komentar Facebook