Transparansi diyakini sebagai solusi untuk mencegah upaya penyelewengan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang dilakukan oknum-oknum untuk kepentingan pribadinya.

Debat Pilkada putaran dua telah berlangsung tadi malam (12/4) dengan tema "Dari Masyarakat untuk Jakarta". Dalam debat tersebut, muncul pertanyaan terkait cara menghadapi perbedaan pendapat antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) anggota DPRD DKI dalam pengesahan APBD serta cara menyikapi adanya oknum anggota DPRD yang meminta sebagian dana dari APBD. Lalu, apa jawaban kedua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta?

Calon petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengungkapkan bahwa jika kesepakatan tidak terjadi antara anggota DPRD dengan pihak Pemprov, undang-undang (UU) akan digunakan. UU yang dimaksud adalah tentang aturan kepala daerah boleh menawarkan Peraturan Gubernur (Pergub). Selain itu, hal yang paling penting untuk mencegah penyelewangan dana adalah transparansi kepada publik atas penyusunan dan penggunaan dana APBD.

Calon gubernur nomor urut tiga Anies Baswedan pun mengungkapkan hal senada. Mantan menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut menyebutkan bahwa transparansi, komunikasi dan saling menghormati menjadi salah satu kunci utama dalam menyusun APBD.  Selain itu, harus dengan acuan RPJMD serta mengikutsertakan aspirasi masyarakat.

Seperti yang diketahui, selama ini banyak dana APBD yang salah sasaran bahkan masuk ke dalam kantong oknum-oknum nakal. Namun seperti yang diungkapkan Ahok dalam debat, masih banyak anggota DPRD yang baik sehingga kecurangan para oknum bisa dicegah dengan kerja sama DPRD dan pihak Pemprov. 

Sumber dana APBD sendiri berasal dari pajak masyarakat. Oleh karena itu, sudah sepantasnya bila dana tersebut digunakan dengan baik untuk pembangunan dan hal-hal lainnya yang menyangkut kesejahteraan masyarakat. Masyarakat tentu berharap agar seluruh anggota DPRD maupun dari pihak Pemprov DKI terbuka dan tidak ada lagi pihak yang berupaya mengambil keuntungan dari dana APBD. 

REAKSI ANDA?

Komentar Facebook