Debat Pilkada DKI Jakarta putaran dua digelar pada Rabu (12/4). Acara debat resmi ini menjadi ajang terakhir Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno menarik hati warga Jakarta sebelum Pilkada tanggal 19 April mendatang. Lalu, apa pendapat pengamat politik terkait performa keduanya?

Debat Pilkada DKI Jakarta kali ini dirasa hambar oleh masyarakat. Bahkan di media sosial seperti Twitter yang biasanya ikut meramaikan debat-debat sebelumnya, memperlihatkan bahwa masyarakat kurang antusias dengan debat terakhir ini. Dilansir dari BBC Indonesia, Pengamat Politik Novriantoni Kahar menilai bahwa kedua paslon terlalu 'bermain' hati-hati. 

Nampaknya hal ini dimaksudkan untuk meminimalisir kesalahan, namun hal itu justru menurunkan performa keduanya. Kahar berpendapat, debat baru mulai menarik saat Ahok bertanya kepada Anies terkait sejumlah pernyataan Anies yang berbeda-beda dengan menunjukkan sejumlah data, sikapnya tentang reklamasi serta program Anies terkait uang muka rumah sebesar 0 persen.

Sementara pasangan Ahok-Djarot dinilainya kurang mampu mengambil simpati masyarakat. Pasangan petahana ini yakin dengan program-programnya yang rasional, namun kurang menarik emosional masyarakat. Warga Jakarta padanya umumnya lebih bergantung pada faktor emosional dalam menentukan pilihan dibandingkan dengan faktor rasional. Kurang mampunya Ahok-Djarot menarik simpati masyarakat dikhawatirkan akan mempengaruni perolehan suara mereka pada Pilkada pekan depan.

Pengamat Politik Sri Wiyanti juga berpendapat bahwa debat Pilkada putaran dua ini kurang menarik. Hal ini dikarenakan tidak ada lagi hal baru yang disampaikan oleh kedua paslon. Namun, debat kali ini memperlihatkan konsistensi kedua paslon terhadap visi dan misinya sehingga dapat menjadi acuan warga Jakarta untuk memilih.

Sementara itu, kedua paslon menyampaikan permintaan maaf diakhir acara debat dan saling merangkul. Hal ini mendapat respon positif dari berbagai pihak karena menciptakan pesan damai ditengah panasnya suhu Pilkada DKI yang diciptakan oleh pendukung kedua pihak. Diharapkan dengan sikap yang diperlihatkan kedua paslon ini juga dapat ditiru oleh para pendukung agar suasana Pilkada DKI Jakarta kembali kondusif dan berjalan dengan tertib.

REAKSI ANDA?

Komentar Facebook