Hasil riset dari Universitas Stanford menyebutkan bahwa masyarakat Indonesia rata-rata hanya berjalan kaki 3.513 langkah perhari.
Pojok Jabar

Sadar tidak sadar, berjalan kaki membuat tubuh sehat karenanya. Selain itu, berjalan kaki juga diyakini bisa mengurangi emisi atau polusi udara akibat kendaraan bermotor. Namun mirisnya, hal ini tak disadari oleh banyak warga Indonesia.

Hal ini terbukti oleh hasil riset dari para peneliti di Universitas Stanford yang baru-baru ini diterbitkan di jurnal Nature. Hasil riset itu menyebutkan bahwa masyarakat Indonesia rata-rata hanya berjalan kaki 3.513 langkah perhari.

Tentu saja angka tersebut jauh di bawah Hong Kong yang menempati posisi teratas, yakni 6.880 langkah per hari. Warga Indonesia bahkan tidak mampu melewati langkah kaki penduduk dunia yakni sebanyak 4.691 langkah per hari. Di China, warganya mampu melangkah sebanyak 6.189 langkah per hari dan Jepang 6.010 per hari.

Mungkin Anda bisa jadi bagian dari warga Indonesia yang malas berjalan kaki. Jika Anda keluar rumah, Anda akan menemukan banyak kendaraan bermotor. Jadi apa sebabnya?

Sosiolog UNY Grendi Hendrastomo menyatakan bahwa kondisi ini tentu ada sebabnya. Kegagalan pemerintah dalam membangun fasilitas ramah pejalan kaki bisa jadi salah satunya.

Misalnya saja trotoar. Jaminan keamanan warga terkait hal ini masih saja sangat minim. Pengabaian ini tentu saja bertentangan dengan hak pejalan kaki yan tertuang dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. 

Kemudian kondisi ini berlanjut kepada tuntutan masyarakat untuk menggunakan sepeda motor kemana pun mereka pergi. Populasi sepeda motor terus bertambah dengan 81 persen dari total kendaran bermotor di Indonesia.

Padahal dampak sehat berjalan kaki ini sangat banyak. Jika dikutip dari Alodokter.com, berjalan kaki bisa mengurangi stres, menurunkan berat badan, mencegah diabetes, meningkatkan kekebalan tubuh dan masih banyak fungsi lainnya.

Jadi mulai sekarang, jangan malas berjalan kaki ya!

REAKSI ANDA?

Komentar Facebook