Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat tidak mempermasalahkan elektabilitas dirinya dan pasangannya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), turun.

Media Survei Nasional (Median) pada Senin (10/4) merilis hasil survei terkait Pilkada DKI Jakarta putaran dua. Dalam survei yang bertema "Paradoks Perilaku  Pemilih Pilgub DKI 2017: Adu Kuat Pemilih Rasional vs Pemilih Emosional" tersebut, didapatkan hasil elektabilitas pasangan nomor urut 2 ini mengalami penurunan.

Menanggapi hal tersebut, Djarot mengaku dirinya tidak mempermasalahkan elektabilitasnya turun. Menurutnya, yang terpenting adalah kepuasan warga atas pelayanan transportasi, kesehatan hingga pendidikan yang telah ia dan Ahok berikan selama menjabat kursi DKI 1 seperti yang terdata dalam survei Median.

"Enggak apa-apa, kita selalu menyampaikan, tugas kami melayani masyarakat," ucap Djarot seperti yang dilansir dari Tirto.id.

Ia pun menyampaikan harapannya kepada warga Jakarta yang puas dengan kinerja petahana, mau kembali mendukung mereka dalam Pilkada kali ini agar program yang telah berjalan bisa dilanjutkan.  

Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan pasangan calon nomor 2  Prasetyo Edi Marsudi mengaku optimis dengan elektabilitas nyata Ahok-Djarot karena data kepuasan warga DKI Jakarta menunjukkan angka yang tinggi. Dilansir dari Warta Kota, Ahok-Djarot dinilainya tengah menerapkan nilai Pancasila dalam kepemimpinan dan pembangunan Jakarta sehingga semua warga Jakarta dari tingkat ekonomi rendah hingga tinggi mendapat pelayanan dan fasilitas yang sama. 

Akan sangat merugikan warga Jakarta apabila ada pergantian pemimpin karena proyek Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang saat ini tengah berjalan akan mulai dari awal kembali.

Hasil survei Median sebelumnya menyebutkan, elektabilitas tertinggi didapatkan oleh pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dengan presentase 49,8 persen. Sedangkan Ahok-Djarot mendapat dukungan 43,5 persen. Hasil ini berbeda dengan tingkat kepercayaan kedua pasangan dari segi kinerja. Ahok-Djarot dianggap sebagai pasangan yang paling mampu membenahi Jakarta dengan presentase 44,9 persen, sedangkan Anies-Sandi 40,6 persen.

REAKSI ANDA?

Komentar Facebook