Catch Documentation and Traceability (CDT) sebuah alat elektronik akan dikembangkan untuk menjaga ekosistem laut nusantara. Dengan CDT kita bisa melihat bahwa rantai makanan habitat tidak terputus dan menguntungkan para nelayan.

Menjaga kedaulatan maritim, salah satunya dengan mencegah Illegal fishing di perairan Indonesia. Selain menjadi tugas pemerintah dan aparat, upaya ini juga menghadirkan pihak ketiga. Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) dan Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia (YMPI) melakukan kemitraaan baru dalam memerangi  penangkapan ikan secara ilegal dan tidak berkelanjutan di Indonesia, bertajuk Oceans and Fisheries Partnership.

Kerjasama ini bertujuan untuk menurunkan angka penangkapan ikan secara illegal, tidak dilaporkan dan tidak mengikuti peraturan IUU Fishing. Antara USAID dan YMPI  akan mengembangkan sistem inovatif, untuk mempromosikan perikanan berkelanjutan dan melestarikan keanekaragaman hayati laut, seperti yang diujicobakan di Bitung, Indonesia. Dari kerjasama tersebut dibuat sebuah sistem elektronik baru yang mampu mendokumentasikan dan penelusuran (CDT) hasil tangkap ikan. 

Alat CDT tersebut membantu para nelayan besar dan kecil untuk mempromosikan rantai pasokan makanan laut yang adil, beretika serta memenuhi standar impor di kawasan maupun internasional. Deputi Direktur Regional USAID untuk Asia Todd Sorenson menyampaikan bahwa pemerintah AS memprioritaskan produk makanan laut yang bisa terlacak rantai makanannya. Disamping tidak mengesampingkan cara tangkap yang baik dan berkelanjutan yang diminati konsumen di pasar internasional.

Selama ini illegal fishing dinilai telah merusak ekosistem laut. Maka dengan kerjasama tersebut diharapkan perairan Indonesia menjadi andalan persediaan makanan internasional dan lokal. Melalui CDT membantu mengumpulkan dan melakukan validasi data utama produk tuna, termasuk legalitas dan pergerakannya, dari tempat penangkapan hingga ke konsumen akhir. 

Upaya sosialisasi CDT kepada nelayan akan segera diumumkan, agar nelayan sadar bahwa menjaga ekosistem laut cukup penting. Dalam hal ini, pemerintah Indonesia telah memenuhi standar rantai pasokan secara etis dan adil, serta tetap memerangi illegal fishing di perairan Indonesia. Sejauh ini pengakapan ikan ilegal telah merugikan Indonesia hingga miliaran dolar AS. 

REAKSI ANDA?

Komentar Facebook