Kunjungan Presiden Jokowi ke Eropa untuk menghadiri pertemuan KTT G-20 di Hamburg, Jerman. Presiden akan didampingi oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Kepala BNPT Komjen Pol. Suhardi Alius.

Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan menghadiri KTT G-20 di Hamburg Jerman, pada 6-7 Juli 2017. Sehari sebelumnya, Presiden Jokowi akan berkunjungan ke Turki pada 6 Juli 2017 salah satunya untuk membahas kerja sama di bidang penanggulangan terorisme.

Rencana tersebut, disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin.Ia sendiri akan bersama Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi turut serta bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungan tersebut.

"Saya bersama Menlu ke Turki. Dari beberapa agenda pertemuan dengan Presiden Turki nanti juga ada membahas masalah kerja sama di bidang penanggulangan terorisme," katanya.

Isu terorisme menjadi salah satu pembahasan global yang banyak diangkat dalam beberapa waktu terakhir.Oleh karena itu, dalam kunjungannya ke Turki selain membicarakan soal kerja sama di bidang ekonomi secara komprehensif, maka isu penanggulangan terorisme juga akan menjadi bahan pembahasan.

Bahkan upaya penanggulangan terorisme antara kedua negara juga akan dikerjasamakan secara lebih intensif.

"Misalnya mungkin soal deportasi dan sebagainya," kata Suhardi. Dirinya belum bisa merinci secara konkret bentuk kerja sama yang akan dikembangkan kedua negara.

"Nanti, nanti dibicarakan. Salah satu materinya itu," katanya.

Setelah mengunjungi Turki pada 6 Juli 2017 dan berlanjut ke Hamburg, Jerman, untuk menghadiri KTT G20 pada 7-8 Juli 2017.

Di Hamburg, selain menghadiri KTT G-20 Presiden Jokowi juga akan melakukan pertemuan bilateral dengan 6 pemimpin negara, salah satunya dengan presiden Donald Trump. "Di sela sela pertemuan G20, Presiden juga akan melakukan beberapa pertemuan bilateral termasuk dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump," kata Retno.

"Sebenarnya tujuh (negara) tapi yang satu masih belum klop waktunya karena itu dilakukan di sela-sela pertemuan G20, termasuk sekali lagi dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump," kata Retno.

"Tetapi kan pertemuan pertama dalam konteks bilateral baru pertama kali terjadi walaupun pada saat KTT Arab Islam-Amerika di Riyadh, Presiden sudah bertemu dengan Trump. Tapi baru sekali ini duduk. Tentunya baru sekali ini duduk secara bilateral, yang akan dibahas pasti urusan-urusan bilateral yang lebih luas dari sekadar hanya bicara mengenai counter terorisme," katanya.

Selain dengan AS, Indonesia juga akan menggelar pertemuan bilateral di antaranya dengan Australia, Belanda, Norwegia, Vietnam, dan Spanyol. "Kita juga masih menggarap dengan Korea Selatan," katanya.

REAKSI ANDA?

Komentar Facebook