Nama Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) masuk ke sejumlah survei terkait calon presiden yang paling diinginkan jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Kredibilitas Jokowi nampaknya tidak diragukan oleh sebagian besar masyarakat. Hal ini terbukti dengan terpilihnya mantan Wali Kota Solo tersebut sebagai calon paling diinginkan untuk menjadi presiden pada Pilpres 2019 mendatang dalam hasil survei yang dilakukan Indo Barometer dan Lembaga Media Survei Nasional (Median). Selain Jokowi, nama Ahok juga masuk dalam urutan teratas sebagai sosok yang paling diinginkan menjadi presiden pada kedua survei tersebut. 

Jokowi sendiri meraih elektabilitas sebesar 57,8 persen dari total 1.200 responden yang berasal dari 34 provinsi di Indonesia pada survei Indo Barometer yang dirilis pada Rabu (22/3) lalu. Sementara Ahok berada diurutan ketiga dengan 8,7 persen. Sementara itu, berdasarkan survei Median terhadap 1.200 warga Jakarta yang dirilis pada Senin (10/4), Jokowi kembali berada diperingkat teratas dengan presentase 33,1 persen. Nama Ahok juga muncul sebagai kandidat paling diinginkan dengan presentase 2,2 persen dan berada di posisi keempat.

Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago dilansir dari CNN Indonesia menilai, Ahok memiliki kesempatan untuk masuk dalam bursa Pilpres 2019. Namun peluang itu sebatas sebagai pendamping Jokowi.

Hal ini nampaknya didasari dengan status Ahok yang dikenal tegas dan berani. Sikapnya yang seperti ini memang disukai banyak masyarakat karena dinilai mampu mengatasi praktik suap dan korupsi sejak dirinya menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta. Namun tidak memungkiri banyak masyarakat dan pelaku politik yang juga tidak menyukai sikap agresifnya tersebut. Selain itu, dirinya yang tersandung kasus dugaan penodaan agama serta paradoks 'pemimpin haruslah beragama Islam' yang masih kental di Indonesia, menjadi salah satu penghalang besar Ahok melaju ke Pilpres.

Sementara Jokowi dikenal sebagai pemimpin yang santun dan rendah hati. Dirinya juga memiliki rekam jejak politik yang baik semenjak menjabat Wali Kota Solo hingga menjadi presiden saat ini. Hasil kerjanya dalam membenahi Indonesia sudah bisa dirasakan masyarakat meski ia baru menjabat sebagai presiden selama 2,5 tahun. Selain itu, latar belakang agama juga menunjang Jokowi untuk kembali masuk dalam Pilpres.

Namun, terlepas dari latar belakang calon yang menjadi pemimpin tertinggi Indonesia nantinya, masyarakat tentu mengharapkan sosok pemimpin yang adil dan bukan hanya sekedar janji namun benar-benar mampu membuat Indonesia dalam segala aspek menjadi lebih baik. Masyarakat juga berharap agar tidak ada lagi proyek-proyek gagal yang memberatkan hutang negara.

REAKSI ANDA?

Komentar Facebook