Fokus target 2019, Indonesia diharapkan memiliki 20 ribu warga yang berprofesi sebagai entrepreneur. Tahun 2017 ini akan dijalankan e-smart IKM, sebuah program berbasis database IKM yang bisa diakses secara virtual.

Pertumbuhan Industri kecil dan menengah (IKM) tahun 2017 diproyeksikan meningkat.  Targetnya lumayan besar sekitar 182.000 unit,  jika dibanding pencapaian pada tahun 2016 sekitar 165.983 unit. Target tersebut diharapkan menyerap tenaga kerja sebanyak 400 ribu orang.

Gati Wibawaningsih, Dirjen IKM Kemenperin, memberikan keterangan tertulis. "Proyeksi tahun 2017 meningkat dengan memacu produktivitas dan daya saing IKM. Kami berikan fasilitas tahun ini dengan pengembangan produk, restrukturisasi mesin dan peralatan, serta promosi dan pameran," tuturnya seperti yang dikutip dari Antaranews.com.

 Selain itu,  IKM akan diberikan program bimbingan teknis, start-up capital, pendampingan, dan fasilitas izin usaha industri.  Dengan berbagai program strategis tersebut, diharapkan akan mendorong penumbuhan wirausaha baru sebanyak 5000 unit dan pengembangan 1200 sentra IKM pada tahun 2017. 

"Target kami pada tahun 2019 akan muncul 20 ribu wirausaha baru, hal ini menjadi  syarat dasar negara maju. Dimana prosentase 2% penduduknya dari total populasi bekerja sebagai wirausaha (entrepreneur). Sampai saat ini jumlahnya baru separuhnya," jelas Gati.

Dalam pengembangan produk IKM, tahun ini ada sekitar 412 IKM yang akan menerima bimbingan, fasilitas penerapan standarisasi dan sertifikasi, pendaftaran HKI serta perbaikan desain kemasan dan merek.

Sementara itu, program restrukturisasi mesin dan peralatan, dilakukan melalui skema potongan harga mesin dan peralatan produksi kepada 163 IKM. Besar potongan berkisar Rp20 juta dan maksimal Rp500 juta. Anggaran dana sebesar Rp11 miliar untuk restrukturisasi tahun 2017. Besar potongan harga alat industri kecil sekitar 25-30 persen dari harga pembelian, sedangkan untuk industri menengah potongan harga mencapai 25-35 persen.

Seraya berjalan, Dirjen IKM tengah fokus membenahi database IKM di Indonesia. Data tersebut untuk mendukung pelaksanaan e-smart IKM yang dimulai tahun ini. "e-smart IKM menjadi virtual sentra IKM, mediator IKM dengan e-commerce serta menjadikan branding IKM setelah terintegrasi dengan marketplace dan e-commerce yang existing di tanah Air.  Targetnya tahun 2018, market produk IKM dan market need IKM terintegrasi dalam program tersebut," jelas Gati.

Contoh pada bulan Januari 2017, telah diintegrasikan program link and match antara 40 IKM yang berasal dari sentra logam di wiliyah Ceper, Klaten dan Tegal dengan beberapa BUMN dan industri besar yang potensial.  Tiga wilayah tersebut merupakan sentra produksi komponen otomotif yang dalam waktu dekat akan mendukung protype mobil pedesaan yang dikembangkan Kemenperin.

REAKSI ANDA?

Komentar Facebook