Debat Pilkada DKI putaran dua akan berlangsung pada 12 April mendatang. Debat ini akan menjadi kesempatan terakhir para calon untuk menunjukkan kredibilitas kepemimpinannya kepada warga Jakarta.

Debat ini akan memiliki format yang berbeda dengan debat-debat sebelumnya. Dalam sesi pertama, pertanyaan akan disampaikan oleh moderator dan dilanjutkan dengan pertanyaan dari masyarakat pada sesi berikutnya. Format pada sesi dua ini adalah ketentuan baru. Perwakilan masyarakat yang diberi kesempatan bergabung dalam debat pun akan diseleksi terlebih dahulu oleh tim independen KPU DKI. 

Penyeleksian ini dijelaskan oleh Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno untuk memastikan bahwa perwakilan masyarakat ini tidak terafiliasi oleh timses mana pun yang berpotensi memojokkan calon tertentu. "Pertanyaan yang diajukan adalah pertanyaan yang sudah tersaring," jelas Sumarno seperti yang dilansir dari Liputan6.

Alasan KPU memasukkan format baru ini nampaknya bertujuan untuk lebih mendekatkan masyarakat dengan para calon pemimpinnya. Selain itu, dengan dihadirkannya masyarakat sebagai peserta, akan menciptakan suasana debat yang lebih transparan dan para calon dapat mendengarkan secara langsung permasalahan warga secara netral.

Perwakilan masyarakat nantinya terdirri dari pengusaha Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), pedagang kecil, warga rumah susun atau yang belum memiliki tempat tinggal yang layak serta nelayan. Warga selaku pengguna transportasi umum serta kelompok masyarakat marjinal juga akan turut berpartisipasi.

REAKSI ANDA?

Komentar Facebook