Media sosial bukan lagi menjadi wadah untuk bersosialisasi dengan orang baru maupun untuk berkomunikasi jarak jauh. Masyarakat mulai mendapat informasi dari penggunaan media sosial. Permasalahannya adalah apakah informasi yang mereka dapat bisa diuji kebenarannya?

Pada era modern seperti sekarang ini, internet bukan lagi barang baru. Di Indonesia sendiri, mayoritas pengguna ponsel pintar sudah bisa mengakses internet. Dan sebanyak 95 persen dari penggguna internet inilah mereka merupakan pengguna media sosial.

Dari data yang ada, Indonesia menempati uturan ke 5 pada penggunaan Twitter dan ke 4 pada penggunaan Facebook. Ini menunjukkan bahwa antusiasme masyarakat Indonesia terhadap media sosial begitu luar biasa.

Media sosial juga bukan lagi menjadi wadah untuk bersosialisasi dengan orang baru maupun untuk berkomunikasi jarak jauh. Masyarakat mulai mendapat informasi dari penggunaan media sosial. Permasalahannya adalah apakah informasi yang mereka dapat bisa diuji kebenarannya?

Persoalan tak lantas berhenti sampai di situ. Setelah mendapat informasi, biasanya orang-orang akan menyebarkannya jika dirasa perlu. Padahal, ini bisa berbahaya jika informasi tersebut tak memuat data yang benar.

Penyebaran artikel di media sosial pun menjadi aktivitas paling tinggi di Indonesia. Pada Facebook, aktivitasnya mencapai 44,86 persen, Whatsapp sebanyak 28,85 persen, Line sebanyak 21,54 persen, Twitter sebanyak 11,76 persen, Flipboard sebanyak 1,78 persen, dan aplikasi lain sebanyak 11,26 persen.

Jika Anda termasuk orang yang bijak dalam menggunakan media sosial dan penyebaran data, hal yang harus dilakukan pertama kali adalah melakukan verifikasi informasi. Hal ini bisa dilakukan dengan cara memastikan sumber informasinya, memastikan kebenarannya, informasi berisi fitnah, gosip, adu domba pun tidak boleh disebar.

Jadi, mulailah bijak dalam menggunakan media sosial!

REAKSI ANDA?

Komentar Facebook