Nama pimpinan Front Pembela Islam ( FPI ) Habib Rizieq Shihab dalam sepekan terakhir ini terus meroket dalam pemberitaan media cetak dan elektronik, terkait dugaan perkara berkonten pornografi yang melibatkan Firza Husein.

Nama pimpinan Front Pembela Islam ( FPI ) Habib Rizieq Shihab dalam sepekan terakhir ini terus meroket dalam pemberitaan media cetak dan elektronik terkait dugaan perkara berkonten pornografi yang melibatkan Firza Husein.

Rizieq kini juga tersandung dalam kasus penghinaan lambang negara yang diadukan oleh putri Proklamator RI, Sukmawati Soekarnoputri ke Polda Jawa Barat, dikabarkan sedang melaksanakan ibadah umroh setelah beberapa hari berada di Malaysia.

Kondisi ini menjadikan  para penyidik Polri yang tengah mengusut kedua kasus tersebut menjadi kalang kabut. Meskipun Polda Metro Jaya sudah melayangkan surat pemanggilan sebagai saksi atas dugaan kasus berkonten porno, Rizieq pun belum bersedia memenuhi panggilan tersebut.

Kuasa hukum Rizieq Shihab, Kapitra Ampera bahkan mengaku belum mengetahui jadwal kepulangan kliennya itu ke tanah air. Kepada wartawan, dia berulangkali menegaskan bahwa pemanggilan kliennya itu sangat bernuasa politis dan menyatakan bahwa Rizieg bukanlah pelaku dalam pembicaraan berkonten pornografi. Sedangkan Firza Husein kini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya.

Pihak Polri  melalui ahli face recognition dari Inafis Polri memastikan foto wanita telanjang dalam kasus dugaan pornografi 'baladacintarizieq' bukanlah rekayasa alias asli. Hasil pemeriksaan ahli memastikan sosok wanita dalam foto tersebut adalah Firza Husein.

"Dari pengamatan secara mendetail, disimpulkan bahwa foto yang diserahkan penyidik untuk diperiksa tim Inafis Mabes Polri tersebut asli, bukan rekayasa," ujar ahli face recognition Inafis Mabes Polri Hery Cahyono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (15/5/2017).

Pemeriksaan tersebut menggunakan metode algoritma geometrik wajah dengan alat yang dimiliki Inafis. Ahli mencocokkan foto-foto barang bukti dengan foto wajah Firza yang diambil langsung, ketika pemeriksaan pada 4 Februari lalu. Kendati demikian Firza tetap menyangkal bahwa foto dalam percakapan itu adalah dirinya.

Apapun dan bagaimanapun Polri masih memerlukan keterangan dari Rizieq Shihab, guna memperdalam penyidikan kasus tersebut. Upaya Polri memulangkan Rizieg kembali ke tanah air terus dilakukan termasuk melakukan kerjasama dengan Interpol dan mengubungi perwakilan RI yang ada di luar negeri.

Menariknya, Habib Rizieq dikabarkan akan membawa masalah yang menyerat dirinya itu ke komisioner Human Right PBB, dengan alasan karena masalah tersebut telah menjadi masalah internasional. Menurut  Kapitra Ampera masalah itu akan ditindaklanjuti usai lebaran.

Mengenai hal itu, Rizieq meminta saran terkait proses hukum yang akan dihadapi selanjutnya. Sejumlah anggota tim kuasa hukum akan berangkat ke Arab Saudi untuk mendiskusikan hal tersebut.

 Apapun yang sedang dihadapi Rizieq, sebagai warga negara Indonesia sebaiknya menghormati pemanggilan dari pihak Polda Metro Jaya. Karena di hadapan hukum, setiap orang adalah sama. Mari kita tunggu kepulangan Rizieq pasca melaksanakan umroh di Arab Saudi.

Alasan yang diungkapkan oleh sebagian kalangan,  bila ketidakhadirannya dalam memenuhi panggilan Polri adalah guna menghindari benturan konflik pengikutnya sangatlah tidak rasional, mengingat sebagai negara hukum setiap persolanan pidana harus diselesaikan secara hukum.

Bila selama ini Rizieq tetap menyangkal keterlibatannya dalam perkara berkonten pornografi sebaiknya dia memenuhi panggilan Polri, buat apa takut kalau memang tidak terbukti bersalah.

REAKSI ANDA?

Komentar Facebook