Meski seorang keturunan Tionghoa, Yap Tjwan Bing menunjukkan bahwa dirinya adalah bagian dari Indonesia dengan ikut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia bersama Presiden Pertama Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta.

Yap Tjwan Bing merupakan tokoh Tionghoa yang dikenal dekat dengan Soekarno. Ia lahir di Kota Solo pada 31 Oktober 1910. Ia merupakan lulusan universitas di Amsterdam sebagai sarjana farmasi pada tahun 1939. Setelah lulus, ia mendirikan apotek di Bandung. 

Pada masa penjajahan, Yap Tjwan Bing berjuang bersama Soekarno dan Hatta merebut Indonesia dari tangan Belanda. Kemudian pada tahun 1945, Yap Tjwan Bing menjadi salah satu anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dan menjadi saksi pengesahan UUD 1945 dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pertama. 

Yap Tjwan Bing kemudian bergabung dengan partai yang didirikan Soekarno, yaitu Partai Nasional Indonesia. Pada tahun 1950, dirinya menjabat sebagai anggota DPR-RIS yang menjadikan dirinya sebagai satu-satunya keturunan Tionghoa yang mewakili Pemerintah Indonesia. 

ketua Panitia Imlek Solo 2017 sekaligus tokoh masyarakat di Solo  Sumartono Hadinoto dilansir dari Kompas.com mengatakan, Yap Tjwan Bing merupakan sosok yang tidak memandang suku, agama atau ras apapun dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, khususnya Solo. Hal tersebut dikatakannya sebagai hal yang patut dicontoh generasi muda saat ini.

Nama Yap Tjwan Bing kini diabadikan sebagai nama jalan di ruas kota Solo. Peresmiannya dilakukan pada 22 Februari 2008 oleh Joko Widodo yang saat itu menjabat sebagai Wali Kota Solo. Namanya pun menjadi satu-satunya nama jalan etnis Tionghoa.

REAKSI ANDA?

Komentar Facebook