Uji kelayakan dan kepatutan terhadap 14 calon anggota komisioner KPU dan Bawaslu telah selesai, terpilih 7 anggota KPU dan 5 anggota Bawaslu. Hari ini DPR telah melakukan pengesahan terhadap dalam rapat paripurna, selanjutnya akan dilakukan pelantikan pada 14 April nanti oleh Presiden.

DPR-RI hari ini 6/4/2017 mengesahkan nama-nama anggota komisioner dari KPU dan Bawaslu. Langkah ini dilakukan setelah kemarin memilih nama anggota komisioner dengan cara voting. 

Dari anggota Komisioner KPU terpilih 7 orang antara lain

  • Pramono Ubaid Tanthowi, 42 tahun, Ketua Bawaslu Banten 2012-2017,  55 suara
  •  Wahyu Setiawan, 44 tahun, Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah 2013-2018,  55 suara
  • Hasyim Asy'ari, 44 tahun, Anggota KPU RI 2012-2017,  54 suara
  • Ilham Saputra, 41 tahun, Anggota KIP Aceh 2008-2013,   54 Suara
  •  Viryan SE, MM, 42 tahun, Anggota KPU Kalbar 2013-2018, 52 Suara
  • Evi Novida Ginting Manik, 51 tahun, Anggota KPU Sumut 2013-2018, 48 suara
  • Arif Budiman, 43 tahun, Anggota KPU RI 2012-2017, 30 suara

Sedangkan anggota Komisioner Bawaslu terpilih 5 orang antara lain

  • Ratna Dewi, 50 tahun, Dosen FH Universitas Tadulako, 54 suara
  • Mochammad Afifuddin, 37 tahun, Program Advisor General Election Network for Disability Access, 52 suara
  • Rahmat Bagja, 37 tahun, Tenaga Ahli Badan Kehormatan DPR RI 2010-sekarang, 51 suara
  •  Abhan, 49 tahun, Ketua Bawaslu Jawa Tengah 2012-2017, 34 suara.
  • Fritz Edward Siregar, 41 tahun, Pengajar Hukum Tata Negara STH Indonesia Jentera, 33 suara.

Nama-nama tersebut dibacakaan dalam rapat paripurna DPR. Jumlah keanggotaan DPR mencapai 302 anggota dari total 555 orang. Pimpinan rapat paripurna Taufik Kurniawan menanyakan laporan komisi II DPR RI mengenai hasil Pembahasan calon anggota KPU dan Bawaslu."Apakah hasil ini dapat disetujui?," tanya Taufik yang juga Wakil Ketua DPR RI.

"Setuju," jawab anggota rapat dari komisi II. 

Pengesahan komisioner KPU-Bawaslu sebelumnya diawali penyampaian laporan oleh Ketua Komisi II DPR Zainuddin Amali. Dalam kesempatan itu, Amali menyampaikan dua poin.

Pertama, klarifikasi bahwa Komisi II tak ingin menghambat proses seleksi KPU-Bawaslu. Kedua, mengenai tahapan seleksi di DPR setelah Surat Presiden diterima dan diproses.

"Kami tindaklanjuti mulai 3 hingga 5 April dini hari, uji kepatutan dan kelayakan dengan segala prosedur dan aturan yang berlandaskan UU 15/2011. Kami lakukan secara urut-urutan dan sesuai panduan UU 15/2011," tutur Amali dikutip dari Kompas.com.

Pengesahan anggota komisioner KPU dan Bawaslu telah dilakukan, kini tinggal menunggu kapan mereka akan dilantik oleh Presiden Joko Widodo. 

REAKSI ANDA?

Komentar Facebook