Selain itu, Indonesia juga dipuji atas upaya pemberantasan penangkapan ikan secara ilegal.

Atas upaya peran pemberantasan penangkapan ikan secara ilegal (Illegal, Unreported, Unregulated/IUU Fishing), Indonesia kembali mendapatkan pujian dari Organisasi PBB untuk Pangan dan Pertanian (Food and Agriculture Organization/FAO). Kabar tersebut diterima dari KBRI Roma yang kemudian di terima di Jakarta 19/6/2017.

Joze Graziano Da Silva, Direktur Jenderal FAO, menyatakan bahwa Indonesia merupakan mitra kerja FAO paling penting, utamanya dalam upaya pengimplementasian Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 FAO.

Keterangan tersebut disampaikan Da Silva disela-sela prosesi penyerahan Letter of Appointment (surat penunjukan)  Duta Besar Esti Andayani sebagai wakil Tetap Pemerintah Indonesia untuk FAO di Markas Besar FAO, Roma, Italia.

Esti Andayani menyampaikan kerjasama antara Indonesia dengan FAO sangat baik."Saya mengharapkan di masa mendatang, hubungan antara Indonesia dan FAO dapat semakin ditingkatkan, khususnya terkait bidang ketahanan pangan dan nutrisi," ujar Dubes Esti.

Menurutnya, Indonesia telah berkontribusi aktif dalam pemberantasan praktik IUU Fishing, terkait langkah negara Pelabuhan untuk mencegah, mendeteksi dan memberantas penangkapan ikan secara ilegal.

Dalam berbagai kesempatan di tataran Internasional, Indonesia telah secara konsisten menyerukan pentingnya pemberantasan berbagai aspek kejahatan yang terkait, termasuk didalamnya penyelundupan dan perbudakan.

Sejak Indonesia menjadi anggota FAO, telah ada lebih dari 650 proyek yang diimplementasikan di seluruh Indonesia. Sementara saat ini nilai kesepakatan dengan FAO mencapai $350 juta untuk jangka waktu lima tahun hingga 2020. Angka tersebut merupakan angka tertinggi dari semua negara yang bekerjasama dengan FAO diseluruh dunia. 

REAKSI ANDA?

Komentar Facebook