Bank Indonesia memutuskan untuk menurunkan suku bunga (BI Rate) menjadi 4,5 persen. Langkah ini dilakukan untuk mendorong target pertumbuhan kredit sebesar 10-12 persen tahun 2018 nanti.

Keputusan Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunga acuan BI 7-day Repo Rate sebesar 25 basis poin. Suku bunga acuan turun dari 4,75 persen menjadi 4,5 persen. Langkah ini disinyalir akan memberikan efek pada pertumbuhan ekonomi dan penyaluran kredit perbankan. 

Penurunan  suku bunga operasi moneter ini akan memaksa perbankan untuk menyalurkan kredit dengan likuiditas yang ada. Pelonggaran kebijakan moneter ini bisa memberikan dukungan terhadap kredit yang diproyeksikan sebesar 10-12 persen pada tahun 2018.

Bank Indonesia siap berkoordinasi dengan pemerintah untuk stimulus fiskal, serta Otoritas Jasa Keuangan  (OJK) untuk mempercepat konsolidasi perbankan. Langkah ini menjadi yang pertama kali oleh BI untuk menurunkan suku bunga acuan, semenjak Oktober 2016, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di semester II tahun 2017.

Karena penurunan suku bunga tersebut, BI juga memangkas proyeksi pertumbuhan kredit menjadi 8 sampai 10 persen. Hingga semester 1 tahun 2017, penyaluran kredit belum menunjukkan angka yang menggembirkan. Bank sentral mencatat, pertumbuhan kredit Juni 2017 sebesar 7,8 persen secara tahunan (yoy). Angka tersebut lebih rendah dari bulan sebelumnya 8,7 (yoy). Setelah keputusan tersebut, pihak BI akan berkoordinasi dengan otoritas fiskal untuk mendorong penyaluran kredit. 

REAKSI ANDA?

Komentar Facebook