Pertumbuhan industri otomotif diharapkan meningkat 30 persen. Menteri Perindustrian mengajak gubernur Perfektur Aichi Mr Hideaki Ohmura untuk berinvestasi di Indonesia. Untuk mempermudah kerjasama, Ohmura berencana membukan kantor perwakilan di Indonesia.

Dunia internasional kembali percaya untuk berinvestasi di Indonesia, khususnya untuk mendukung sektor otomotif. Setelah Tiongkok, melalui China Development Bank (CBD) yang membiayai modal pembangunan kereta cepat Jakarta-Surabaya, melalui konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Kemudian CBD akan mendirikan kantor perwakilan Indonesia. Kini giliran Jepang ingin memperkuat posisinya sebagai negara produsen otomotif, dengan pola business matching antara Provinsi Aichi dengan industri otomotif di Indonesia.

Rencana kerjasama tersebut tercermin dalam pertemuan antara menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dengan Gubernur Aichi Mr Hideaki Ohmura. Keberadaan kota Perfektur Aichi  merupakan kota sentral industri otomotif beroperasi di Jepang. Sebelumnya, 1/3  investasi  Jepang yang ada di Indonesia ini juga berasal dari wilayah ini. Untuk mempercepat urusan investasi, Mr Hideaki berhasrat untuk membangun kantor perwakilan di Indonesia. 

Rupanya, kerjasama G to G (goverment to goverment) tersebut menuntut segera direalisasikan. Dari sisi Indonesia, Aichi yang merupakan ibukota Nagoya memiliki hubungan baik, terkait banyaknya pekerja Indonesia yang bekerja disana yang sebagai pekerja magang. Sedangkan dari sisi Jepang, khususnya Perfektur Aichi yang sebagian dari mereka telah berinvestasi selama 16 tahun. Kapasitas produksi besar, dan tenaga yang memadai, membutuhkan Aichi untuk berekspansi. 

Hingga saat ini, produksi industri otomotif Indonesia telah mencapai 1,1 juta unit per tahun, dengan ekspor mencapai 200 ribu unit pertahun. Pemeritah Indonesia berencana menaikkan target 30 persen tahun ini. Untuk mendukung sektor tersebut, pemerintah berencana membangun pelabuhan Patimban di Subang. Prosentase investasi masing-masing 50 persen yang mendukung untuk industri global supply chain, industri otomotif nasional. 

Aichi memiliki kekuatan industri kelas dunia, yang didukung oleh industri manufaktur yang berkualitas. Salah satunya industri otomotif dan mesin perkakas berteknologi tinggi. Hingga saat ini, 240 perusahaan Aichi telah menanamkan investasi di Indonesia, termasuk otomotif, logam, mesin dan elektronika. 

Secara keseluruhan, jumlah  perusahaan Jepang di Indonesia telah mencapai 1750 perusahaan, yang mencakup manufaktur, infrastruktur dan jasa. Sejauh ini, nilai investasi Jepang ke Indonesia mencapai US$5,4  miliar tahun 2016, atau naik 86  persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai US$2,9 miliar.

 

REAKSI ANDA?

Komentar Facebook