Poros Restorasi menjadi langkah awal koalisi 4 partai dengan kursi kecil seperti Hanura, PKB, PPP dan Nasdem.

Langkah partai-partai dengan kursi kecil mulai menapak jejaknya di ajang Pilgub Jabar 2018. Siapa saja mereka yang duduk menyeruput kopi di meja bundar milik kafe Hotel Papandayan. Mereka terdiri dari Partai Nasdem, Partai Hanura, PPP, dan PKB Jabar dengan total kursi mencapai 24 kursi di DPRD Jabar. Nah, dari sini, mereka akan head to head dengan koalisi Golkar dan PDI-P yang telah melangsungkan perkawinan duluan.

Dari DPW Nasdem Jabar diwakili Saan Mustopa, sedangkan dari DPD Hanura Jabar Aceng Fikri, dari PPP Jabar Ade Munawaroh Yasin dan perkailan dari PKB Maulana Yusuf. Pertemuan berlangsung semi formal oleh perwakilan keempat partai terjadi kali pertama, meski belum ada arah pengusulan yang jelas. Intinya belum ada sepakat, Ridwan Kamil akan diusung, meski secara figur oke, namun suara partai belum final, mengingat masih ada 6 bulan masa sebelum pendaftaran KPU pada 30 Januari 2018.

Keempat partai membahas skema konsolidasi politik, tentang bagaimana mencocokan calon Pilgub, kemudian skema calon wakil gubernur dan memetakan kekuatan masing-masing partai 16 kota dan kabupaten di Jawa Barat. Dari pertemuan ini, finalnya adalah menunggu arahan DPP masing-masing partai. Mereka setuju untuk tidak terburu-buru memastikan, karena sifatnya baru komunikasi poltik saja. 

Meski belum ada kesepakatan yang final. Aceng Fikri Ketua partai Hanura, sendiri menyatakan sikap pribadinya untuk mendampingi sosok Ridwan Kamil. Pertemuan ini masih dalam format mencari celah desain konsolidasi partai. Posisi keempat partai ini, bakal menjadi poros restorasi, yang memiliki konsep religius yang berhati nurani.

Intinya dari pertemuan keempat partai tersebut mereka belum memastikan keputusan final, Ridwan Kamil digandengkan dengan siapa. Karena masih fluktuatif, arah komunikasi keempat partai tersebut terbilang masih terbuka untuk pasangan koalisi yang lain, meski secara visi misi kepemimpinan sama.

Sementara diantara sekian calon, Ridwan Kamil secara pribadi merasa cocok dengan Bima Arya sebagai Walikota Bogor. Menurut Ridwan Kamil, dirinya tidak mungkin digandeng dengan Deddy Mizwar atau calon Independen Aa Gym. 

Apa kabar Deddy Mizwar yang sudah dipinang oleh PKS? Pihak internal Deddy Mizwar mewacanakan menggandeng dengan Ahmad Syaikhu dari PKS. Namun, koalisi PKS yang masih tergolong mesra dengan Partai Gerindra, melihat pasangan Deddy Mizwar dan Achmad Syaikhu terlalu berlebihan, seolah partai Gerindra tidak memiliki kader sendiri. Dari pasangan wakil Gerindra dan PKS juga belum menetukan calon dan wakil calon secara final. 

REAKSI ANDA?

Komentar Facebook