Media sosial (medsos) saat ini menjadi ladang berpolitik paling populer karena kemudahannya dalam menyebarkan informasi dan dapat dijangkau oleh semua kalangan.

Medsos pada zaman modern ini sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Setiap harinya masyarakat mengakses berbagai medsos, seperti Twitter dan Facebook, untuk mendapatkan berbagai informasi. Bahkan, peran medsos pun kini mempengaruhi panggung politik dan tingkat elektabilitas tokoh politik

Terkait Pilkada DKI Jakarta, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA melakukan survei untuk melihat pasangan calon Pilkada DKI Jakarta manakah yang paling populer di tiga medsos paling populer, yaitu Facebook, Twitter dan Instagram. Dari survei yang dilakukan pada 27 Februari hingga 3 maret 2017 tersebut, pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno lebih populer di kalangan pengguna aktif medsos dengan presentase sebesar 46,20 persen. Sedangkan pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat mendapat 43,10 persen. Hasil yang serupa juga ditemukan pada kalangan pengguna pasif medsos dengan keunggulan Anies-Sandi dengan perolehan 54,60 persen dan Ahok-Djarot memperoleh 37,40 persen.

peneliti LSI Denny JA Rully Akbar dilansir dari CNN Indonesia menjelaskan, populernya Anies-Sandi di kalangan pengguna medsos dipengaruhi tiga hal, yaitu mayoritas pengguna medsos menginginkan gubernur baru, anggapan bahwa Ahok menodai agama dan statusnya sebagai terdakwa kasus penodaan agama.

Meski begitu, 73,60 persen pengguna medsos puas dengan kinerja Ahok. Namun, nampaknya alasan faktor emosional yang mencakup identitas dan karakter calon masih mempengaruhi suara pengguna medsos. Rully menambahkan, munculnya isu positif dan negatif akan mempengaruhi perubahan dukungan dari kalangan pengguna medsos.

"Pilkada DKI memunculkan dinamika-dinamika baru. Siapa yang bisa memproklamirkan isu positif lebih banyak ketimbang isu negatif, itulah yang bisa memenangkan pilkada di putaran kedua," tutur Rully.

REAKSI ANDA?

Komentar Facebook