Meski masih ditelusuri kebenaran tersebut. Sebuah keterangan dari Kementerian Pertahanan Rusia merilis berita kematian Abu Bakar al-Baghdadi, di Raqqa Syuriah atas serangan 28 Mei 2017. Selain itu 30 komandan lapangan dan 300 pengawal khusus mulai didesak tentara koalisi Arab-Kurdi.

Pihak Kementerian Pertahanan Rusia mengaku sedang mengecek informasi bahwa serangan udara Rusia di dekat Raqqa, Suriah, kemungkinan telah membunuh pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi akhir Mei 2017 kemarin.

Laporan intelijen melaporkan berita tersebut kepada pasukan Rusia, terkait rencana rapat para pemimpin ISIS. Kementerian Pertahanan Rusia memposting berita tersebut di laman Facebook-nya.

"Tepatnya 28 Mei, sebuah drone diluncurkan untuk memastikan informasi di tempat dan waktu rapat para pemimpin ISIS, antara pukul 00:35 dan 00:45. Angkatan udara Rusia melancarkan serangan ke titik komando dimana para pemimpin ISIS berlokasi," tutur wakil dari kementerian Pertahanan Rusia.

Lanjutnya, "Berdasarkan informasi yang sedang ditelusuri melalui sejumlah saluran, rapat itu juga menghadirkan pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi, yang dikalkulasi dilenyapkan sebagai hasil dari rangkaian serangan itu."

Serangan itu, diprediksi telah mengenai pemimpin senior ISIS, termasuk 30 komandan lapangan dan 300 pengawal khususnya. Akibat serangan itu para pemimpin ISIS yang tersisa berkumpul di pusat komando untuk membahas rute mundur ISIS dari Raqqa, yang saat ini sedang digempur koalisi Arab-Kurdi.

Kondisi ISIS sudah dua kali kalah di dua ibu kotanya, Mosul (Irak) dan Raqqa (Suriah). Terakhir kali Abdurrahman Baghdadi muncul di depan publik pada 2014, di masjid Agung Al-Nuri, Mosul saat memproklamirkan ISIS. Baghdadi terlahir dengan nama Ibrahim al-Samarrai, Baghdadi, umurnya 46 tahun, dan memutuskan dengan jaringan Al-Qaeda pada 2013, dua tahun setelah Osama bin Laden terbunuh. 

REAKSI ANDA?

Komentar Facebook