Kehadiran Kapal Pembangkit Listrik atau Marine Vessel Power Plant (MVPP) sebagai pemasok listrik tambahan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan listrik dan perekonomian masyarakat Maluku.

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) tengah berupaya mewujudkan program 35.000 MW untuk memenuhi kebutuhan listrik di seluruh penjuru Indonesia. PLN pun kembali mendatangkan Kapal Pembangkit Listrik pada Rabu (15/3) untuk memberikan tambahan pasokan listrik kepada masyarakat Maluku, khususnya Ambon.

PLN sendiri telah mendatangkan kapal pembangkit listrik dari Turki tersebut untuk wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo. Kapal berkapasitas 60 MW ini disewa PLN selama lima tahun. Penyewaan ini nampaknya dimaksudkan PLN hanya sebagai solusi sementara selama PLN membangun proyek-proyek pembangkit, jaringan dan transmisi listrik di Maluku.

Direktur Bisnis Regional Maluku dan Papua PLN Haryanto dilansir dari Merdeka.com pada Senin (20/3) mengatakan, kapal ini akan terintegrasi Garduk Induk Passo dan Sirimau yang  akan diteruskan ke sistem di Ambon. Persiapan kapal listrik ini sendiri membutuhkan 12 hingga 14 hari persiapan sebelum pasokan listrik diintegrasikan dengan sistem Ambon.

Sementara itu hingga Januari 2017, PLN telah membangun 54,58 persen transmisi dan 47,30 persen pembangkit dan 39,30 persen gardu induk di seluruh Indonesia. Perkembangan program ini pun telah mencapai 29.884 MW. Nampaknya PLN akan mampu menyelesaikan target 35.000 MW dan rakyat Indonesia diseluruh penjuru dapat merasakan listrik sebelum tahun 2019 seperti yang ditargetkan.

REAKSI ANDA?

Komentar Facebook