Jangan biarkan panasnya suhu politik yang menghalalkan segala cara memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Harus dipahami betul bahwa politik dan agama tidak selalu bisa disatukan.

Panasnya suhu politik saat ini nampaknya sudah tidak bisa ditolerir lagi oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpecah karena isu-isu yang terkait dengan Pilkada, khususnya Pilkada DKI Jakarta.

Ia pun meminta agar masyarakat maupun pihak-pihak terkait tidak mencampuradukan antara kepentingan politik dan agama. Hal ini jelas dimaksudkan Jokowi untuk menghindari konflik di masyarakat. "Dipisah betul, sehingga rakyat tahu mana yang agama, mana yang politik," ucapnya saat meresmikan Titik Nol Peradaban Islam Nusantara di Kecamatan Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, seperti dilansir dari Merdeka.com, Jumat (24/3).

Selain itu, peran ulama pun sangat diharapkan untuk memberikan pengertian dan pemahaman keragaman kepada umat. Jokowi mengingatkan bahwa Indonesia terdiri dari berbagai suku, agama serta ras. Bahkan negara-negara internasional mengagumi persatuan yang tercipta karena banyaknya perbedaan di kehidupan bermasyarakat Indonesia. Oleh karena itu, jika masyarakat sadar dan mau ikut serta menjaga keragaman dan menghindari konflik sekecil apapun, tentunya keragaman ini bisa menjadi kekuatan yang besar.

Masyarakat didorong untuk lebih bijak dan mengesampingkan egonya dalam menerima pesan-pesan atau isu-isu politik yang berbau SARA. Pemikiran logis serta toleransi haruslah diutamakan sehingga konflik bisa dihindari.

REAKSI ANDA?

Komentar Facebook