Jokowi menawarkan apartemen untuk pekerja Rp293 juta untuk tipe 32, sedangkan rumah tapak Rp112 juta untuk tipe 21.

Program Satu Juta Rumah di Indonesia dibawah kendali Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mulai terlihat geliatnya. Hari ini Presiden Joko Widodo meresmikan simbolis Ground Breaking Pembangunan Rusunami (rumah susun sederhana milik) untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) untuk para pekerja di Kelurahan Serua Ciputat, Tangerang Selatan.

"Pemerintah akan terus bangun, kalau laku, akan terus kita dorong pembangunan rumah murah dan layak ini," tutur Presiden dalam sambutannya (27/4/2017). Acara ini juga dihadiri oleh Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Pejabat Gubernur Banten Nata Irawan, dan wali kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany.

Peresmian Pembangunan Rusunami (Rumah Susun Sederhana Milik) ini dimulai dengan tombol sirine, dimulai dengan 6000 unit apartemen. Rusunami ini diberinama Loftvilles Serpong,"Diharapkan pembangunan selesai dalam dua tahun," tutur Hanif.

Andi Gani dari Presiden Komisaris BUMN PT.PP menjelaskan Loftvilles Serpong berdiri diatas lahan 8,2 hektare terdiri dari 11 tower dengan 6000 unit khusus untuk buruh dan mendapatkan subsidi pemerintah dan dua tower lain untuk perumahan komersil nonsubsidi.

Setiap apartemen seluas 32 m2 terdiri dari dua kamar tidur, satu kamar mandi, dapur dan ruang keluarga. "Harga yang ditawarkan Rp293 juta, dengan uang muka hanya1% atau  Rp2,9 juta dan angsuran Rp1,2 juta per bulan," tutur Jokowi. Pembangunan serupa akan dilakukan pada kantong-kantong buruh seperti  di Depok, Bogor dan di Ungaran, Jawa Tengah.

Minggu depan, ada sekitar 2000 rumah tapak di dekat Stasiun Depok. Presiden mengharapkan rumah tapak dan layak ditinggali dengan harga Rp112 juta per unit untuk tipe 21 bagi kalangan pekerja. "Targetnya rumah murah ini laku, dan jangan samapai dibeli di luar pekerja. Kalau laku, saya akan dorong untuk terus dibangun. Namun ketika tidak laku dan yang membeli orang kaya, maka tidak dilanjut," tutur Jokowi.

Berdasarkan hasil survey Susenas yang dilaksanakan oleh BPS diketahui bahwa 11,68 juta keluarga Indonesia masih belum memiliki rumah. Angka tersebut meningkat jika melihat data BPS tahun 2010 yang menyatakan 13.5 juta masyarakat Indonesia belum memiliki rumah. "Adanya latar belakangi kondisi tersebut maka dalam waktu 5 tahun mulai 2015 hingga 2019 pemerintah mentargetkan untuk membangun 850 ribu unit rumah dan peningkatan kualitas melalui bedah rumah sebanyak 1,5 juta RTLH," tutur Lukman Hakim, Sekjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR. 

REAKSI ANDA?

Komentar Facebook