“Gue sakit. Nyokap gue minta temenin ke supermarket. Duh, gak ada mobil di rumah nih.”

Punya teman yang sering membatalkan janji memang kadang menyebalkan. Satu jam lagi harus berangkat, tiba-tiba mereka membatalkan rencana hang out kita misalnya. Harus menemani ibunya, sakit, tidak ada kendaraan, atau alasan lainnya, tetap saja bikin jengkel ya!

Namun kamu tidak perlu jengkel terlalu lama karena bisa jadi teman semacam ini punya kecemasan serius di ruang lingkup sosialnya. Bukan berarti mereka tidak ingin kongkow dengan teman-temannya, kadang mereka suatu kali merasa tertarik dengan hal itu kok. Mungkin itu sebabnya, mereka akhirnya menerima ajakan kamu untuk kongkow bersama teman-teman lainnya.

Namun ketika mereka menerima ajakan kamu, mereka bisa tiba-tiba merasa gundah. Sisi lain dirinya mengatakan bahwa nongkrong bareng itu bukan sesuatu yang mencerminkan dirinya sekali, namun di sisi lain mereka berpikir, wow it sounds great!

Tak hanya itu kecemasan lain juga datang dari pikiran picik. Mereka mungkin sering berpikir, “jangan-jangan dia ngajak gue cuma karena gak enak aja” atau “apa mereka bener-bener pengin gue ikut?”. Kemudian kecemasan mendominasi pikirannya dan akhirnya satu hal kecil seperti mau pakai baju seperti apa, harus makan atau minum apa di sana, atau bahkan harus membicarakan apa, jadi persoalan yang rumit bagi diri mereka.

Kecemasan sosial semacam ini akhirnya pun membuat panik, Dengan mudahnya kemudian mereka membatalkan janji dengan kamu. Mereka merasa tidak percaya diri dan akhirnya hanya nyaman dengan diri sendiri. Kecemasan semacam ini memang tidak terus menyerang, tapi ketika dialami, mereka akan merasa benar-benar kesepian.

Jadi, ketika kamu punya teman semacam ini sudah saatnya kamu lebih peduli. Memang tidak semua orang bisa dikategorikan demikian, tapi apa salahnya jadi lebih empati kepada teman kan?

REAKSI ANDA?

Komentar Facebook