Bagi warga miskin, bukan Mal yang mereka impikan, tetapi sepiring nasi pulen, sebagai penyambung sahur dan berbuka yang mereka dambakan.

Nama bupati Purwakarta Dedi Mulyadi terjaring dalam 3 besar calon Gubernur Jawa Barat, yang dirating oleh Indo Barometer. Tepat pada 1 Juni atau hari lahir Pancasila kemarin, Pemerintah Kabupaten Purwakarta memperkenalkan sejenis mesin anjungan tunai mandiri (ATM) berbentuk beras bagi seluruh warga miskin yang sebelumnya tercatat sebagai penerima beras sejahtera (rastra).

Tahap awal ATM ini dijalankan di empat desa, antara lain Desa Dangdeur, Cibungur, Wanakerta dan Bungursari. Keempat desa tersebut berlokasi di Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta.

Melaui mesin ATM ini, warga akan mudah mengakses beras gratis. Satu ATM beras, mampu menampung 300 kg. Sumbernya berasal dari beras perelek atau hasil beras yang dikumpulkan warga mampu di setiap kantor desa.

Sekilas, konsep ini mirip dengan konsep baitul mal yang pernah diterapkan di zaman Khalifah Umar bin Khattab. Khalifah ke dua pasca era kepemimpinan Rasulullah ini, pertama kalinya mengumpulkan zakat umat muslim, ditampung kemudian dibagikan kepada warga yang tidak mampu. Nah, zaman sekarang, Dedi Mulyadi dengan konsep yang sama menggunakan pola mesin ATM, dengan data penerima Rastra, kemudian di setiap pemegang kartu telah diberikan ATM dengan PIN sekaligus.

Penggunaannya cukup mudah, tinggal menempel pada ATM saja."Kartunya ditempel di salah satu bagian ATM. Setelah itu dengan memasukkan PIN dan ada petunjuk pengambilan. Setiap kali pengambilan beras sebanyak 3 kilogram," jelas Dedi, disela peresmian (1/6/2017) seperti dilansir dari laman kompas.com.

Dedi menjelaskan kualitas beras yang dibagikan tidak sama dengan beras untuk masyarakat miskin. Kualitas beras premium dan sumbernya berasal dari pengumpulan warga mampu dari pegawai, pengusaha, PNS serta swasta.

Setiap bulannya, warga penerima beras perelek mendapat jatah 5 kali pengambilan."Tetapi lebih dianjurkan pengambilan 3 kg saja, supaya bisa diatur. Kalau beras rastra harus dibeli, beras ini gratis," tutur Dedi.

REAKSI ANDA?

Komentar Facebook