"Saya pikir ini bukan tentang kontraterorisme, ini juga bukan tentang pendanaan teror. Ini hanya sekitar kampanye agar mengubah kebijakan luar negeri Qatar yang aktif dan independen. Kebijakan dominasi dan kontrol ini tidak akan berhasil," tambah Qahtani.

Tuduhan mendukung Terorisme terhadap Qatar, mulai ditemukan titik temunya. Negara Teluk menginginkan kebijakan dominasi dan kontrol ditangan mereka.

Mutlaq Al-Qahtani, seorang utusan khusus Sheikh Muhammed bin Abdulrahman Al Thani mengatakan keputusan Arab Saudi, UEA, Bahran dan Mesir, yang menuduh Qatar mendanai kelompok ekstrimis terbukti tidak berhasil. "Saya pikir ini bukan tentang kontraterorisme, ini juga bukan tentang pendanaan teror," tutur Qahtani kepada AFP.

"Ini hanya sekitar kampanye agar mengubah kebijakan luar negeri Qatar yang aktif dan independen. Kebijakan dominasi dan kontrol ini tidak akan berhasil," tambah Qahtani.

Emirat yang sangat kecil wilayahnya, namun kaya minyak sekarang berada di pusat krisis diplomatik terbesar, yang melanda kawasan Teluk.

Akibat pemutusan diplomatik tersebut konsekuensinya, cukup melukai kemanusiaan antara lain, 

1. Satu-satunya batas hubungan darat dengan negara Teluk ditutup,

2. Warga Qatar disuruh meninggalkan negara-negara Teluk dalam 2 minggu.

Al-Qahtani mengatakan upaya diplomatik untuk menyelesaikan sengketa akan terus berlanjut. "Kami punya lebih banyak teman, lebih banyak dari yang dipikirkan orang.Jadi kami terlibat dan ingin terlibat dengan lebih banyak negara," tuturnya.

Ia juga meremehkan daftar hitam teror yang diterbitkan oleh sekutu Teluk akhir pekan lalu, yang memasukkan beragam warga dan organisasi yang berbasis di Qatar.

Sebanyak 18 individu masuk dalam daftar itu, termasuk anggota keluarga kerajaan dan bekas menteri pemerintah. Dalam daftar tersebut juga ada pemimpin spiritual Ikhwanul Muslimin, Yusuf al-Qardawi, dan lembaga-lembaga amal yang di danai Qatar.

Al-Qahtani meski demikian mengatakan daftar itu tidak lebih dari latihan kehumasan. "Cukup disayangkan menggunakan daftar semacam ini, subjek semacam ini," katanya seperti dilansir dari antaranews.com.

REAKSI ANDA?

Komentar Facebook