Struktur Ekonomi Indonesia boleh dibilang masih sebagai 'Negara Pasar'. Disisi lain, pembangunan infrastruktur yang begitu padat hanya memperbesar kesempatan negara lain untuk menguasai sektor pangan dan energi. Pertumbuhan ekonomi Pemerintah ingin diatas 6%, namun selalui saja disetir oleh World Bank dan IMF.

Sebuah analisis dikeluarkan menyangkut utang Indonesia sampai saat ini. Analisis tersebut dikeluarkan oleh Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES). Dalam analisanya setiao orang Indonesia termasuk bayi yang belum lahir, menanggung beban utang sebesar Rp16 juta.

AKSES menyimpulkan jumlah hutang Indonesia telah mencapai Rp4.274 triliun. "Jumlah hutang Indonesia Rp4.274 triliun  kemudian dibagi dengan jumlah penduduk Indonesia sekarang sebanyak 257 juta orang," kata Ketua Umum AKSES Suroto di Jakarta.

Kondisi itu, kata dia, bisa membahayakan ekonomi Indonesia secara umum karena struktur ekonominya hingga kini masih didominasi pelaku usaha besar.

Ia mencontoh hanya 0,02% penduduk Indonesia yang menguasai Rp3.100 triliun atau setara 25% total PDB(Produk Domestik Bruto) Indonesia."Kenapa ini sangat berbahaya? Sebab perilaku orang kaya di Indonesia itu suka menumpuk hartanya di luar negeri, namun meninggalkan utang di dalam negeri ketika terjadi krisis ekonomi," tutur Suroto.

Terlebih ia menilai banyak infrastruktur yang dibangun saat ini cenderung difungsikan untuk mendorong faktor "endorsement" bagi kelancaran investasi asing di Indonesia.

"Padahal kita tahu mereka itu hanya ingin mengeksploitasi sumber daya alam kita dan hanya satu tanggung jawabnya, keuntungan," katanya.

Bahkan Suroto menambahkan, investor yang ada cenderung memilih masuk ke sektor komoditas ekstraktif dan menguasai sektor tertier terutama perbankan. "Sementara sektor pangan dan energi kita tetap akan mereka kendalikan. Kita disandera agar tetap sebagai pasar," katanya.

Sementara itu, Amerika Serikat sudah mengirimkan sinyalemen untuk segera merevisi kebijakan moneter mereka membuat celah investor masuk ke Indonesia jadi semakin kecil, kata Suroto.

REAKSI ANDA?

Komentar Facebook