Mungkin perasaan kita sama, tidak ingin melihat blunder politik terjadi untuk nama-nama yang telah diusung partai. Setelah Ridwan Kamil tidak menggunakan kesempatan untuk mendaftarkan diri ke PDI-P, dan Dedi Mulyadi dengan keyakinan penuh akan mengerek nama Ridwan Kamil dan Dedi Mizwar dari urutan tertinggi calon gubernur Jabar 2018.

Langkah Partai Golkar untuk tidak memilih memasangkan Dedi Mulyadi dengan Ridwan Kamil merupakan babak baru perkembangan politik menuju Pilgub Jabar 2018. Memang secara jumlah kursi partai Golkar telah 17 kursi di DPRD Jabar  dinilai menurunkan gengsi kepartaian, partai besar seperti Golkar kok mengajukan calon wakil gubernur, harusnya kan calon gubernur. Meski kepercayaan diri internal partai Golkar tinggi, pihaknya tidak terburu-buru untuk menentukan siapa pasangan calon wakil gubernur yang akan menggandeng Dedi Mulyadi.

Komunikasi partai Golkar telah tertutup untuk Ridwan Kamil, karena Dedi sendiri yang menolaknya. Sekjen DDP Partai Golkar, Idrus Marham telah menerima  kunjungan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto pada Ahad, 6 Agustu 2017 kemarin. Komunikasi politik antara kedua partai secara kelembagaan telah terjalin. Alih-alih restu dari kedua partai telah turun, Dedi Mulyadi dituntut untuk secara intens berkomunikasi dengan DPD PDI-P Jabar. Sepertinya komunikasi kedua partai semakin mengarah positif, bahkan PDIP rela hanya ingin  menempatkan calon wakil gubernur saja untuk mendampingi Dedi Mulyadi. 

Lantas siapa yang bakal mewakili kepopuleran Dedi Mulyadi? Internal PDI-P masih belum memberikan jawaban pasti, karena sedang dalam pemetaan dan pelaksanaan fit and proper test. Namun desas desus, nama Puti Guntur Soekarno telah melenggang dalam beberapa survei waktu lalu. Antara Dedi Mulyadi dengan Puti Guntur telah terjadi komunikasi diluar partai. Darah Dedi Mulyadi yang terlahir sebagai putera Sunda, mengilhami sosok Puti yang memiliki orang tua berdarah Sunda juga.

Dedi Mulyadi secara track record telah memimpin Purwakarta 2 periode. Dengan budget anggaran daerah yang minim, Dedi mampu merubah Purwakarta menjadi kota tujuan wisata dengan destinasi yang cukup menarik. Sementara Puti Guntur Soekarno, pernah mendiami gedung DPR RI selama dua periode. Bekal keduanya itulah keduanya diproyeksi akan membawa kemajuan Jawa Barat. Jika pasangan ini terwujud, berarti akan menggagalkan sosok Iwa Karniwa yang juga kader PDIP Jabar, sebgai Sekda Provinsi Jabar. Kita tunggu saja, apakah PDI-P akan meloloskan kader laki-laki atau memilih nama Puti Guntur, yang memiliki darah Soekarno.

Sisa Partai yang belum memiliki cagub antara lain, Demokrat, PPP dan PKB. Sedangkan PKS dan Gerindra secara mantab mengusung nama Deddy Mizwar, dengan berpasangan bersama Abdullah Gymnastiar (Aa Gym). Permasalahan yang terjadi kemudian, Ridwan Kamil bakal disokong partai apa selain Nasdem? Demokrat memiliki 12 kursi, PPP dengan 9 kursi dan PKB dengan 7 kursi. Jika saja komunikasi intens antara partai pemilik suara kecil tidak berjalan dengan efektif, bakal hilang kesempatan Ridwan Kamil menjadi kontestan merebutkan pemimpin Jabar 2018. Penulis sih berharap Ridwan Kamil meski tidak didukung partai besar, tetap akan merebut kesempatan dan simpati masyarakat Jabar, tentunya dengan kinerja mesin partai yang cukup. 

Jawa Barat membutuhkan pemimpin yang visioner,  disamping pemilih rasional tengah memilih siapa diantara paslon yang memiliki integritas tinggi, visioner membangun Jabar yang lebih maju. Sembari menunggu pengumuman  dari partai-partai pendukung lebih lanjut, tentu kita masih memiliki ruang-ruang berfikir imaginer, memilih dan menimbang visi dan misi masing-masing calon gubernur dan calon wakil gubernur.

REAKSI ANDA?

Komentar Facebook