Pasal 40 Perda DKI nomor 8 Tahun 2007 bahwa pengemis, pengamen, pedagang asongan, pengelap mobil diancam hukuman kurungan paling singkat 20 hari. Sedangkan untuk pemberinya akan dikenai hukuman paling singkat 10 hari sampai 60 hari dan denda paling sedikit Rp100 ribu hingga 20 juta.

Masuk pada bulan suci Ramadan, Anda biasanya akan disuguhkan banyak pemandangan miris di jalanan. Ya, apalagi kalau bukan pemandangan dari para pegemis?

Para pengemis ini biasanya berdatangan dari berbagai daerah, luar ataupun dalam Jakarta. Mereka meminta-minta di tempat umum dengan berbagai cara dan alasan untuk mengharapkan belas kasihan orang lain. Baru-baru ini, banyak fakta yang terungkap bahwa para pengemis tersebut sebenarnya adalah berasal dari golongan yang mampu.

Bukannya menutup mata dari orang yang membutuhkan, namun ada beberapa dari pengemis tersebut melakukan berbagai cara kotor untuk mendapat belas kasihan dari orang lain. Misalnya saja mereka berpura-pura menjadi penyandang disabilitas, atau menggunakan anak kecil agar orang lain iba. Tentu ini sangat menyalahi aturan.

Dari data yang didapat, Jakarta adalah salah satu kota dengan jumlah pengemis terbanyak walau baru-baru ini mengalami penurunan. Di Jakarta Barat, misalnya. Ada sekitar 4-19 orang pengemis, Jakarta Pusat 31 orang pengemis dan Jakarta Selatan dengan jumlah terbanyak, yakni 76 orang pengemis.

Sementara itu, total pengemis pada tahun 2016 lalu adalah sebanyak 173 pengemis. Pada Ramadan tahun ini, pengemis di Jakarta menjadi 41 orang, yang artinya telah turun sebanyak 76 persen. Diperkirakan jumlah tersebut akan meningkat hingga dua kali lipat, yakni 82 orang walau masih menurun sebanyak 47 persen dibanding tahun lalu.

Penurunan jumlah pengemis ini diduga akibat Perda Pasal 40 Perda DKI nomor 8 Tahun 2007 bahwa pengemis, pengamen, pedagang asongan, pengelap mobil diancam hukuman kurungan paling singkat 20 hari. Sedangkan untuk pemberinya akan dikenai hukuman paling singkat 10 hari sampai 60 hari dan denda paling sedikit Rp100 ribu hingga 20 juta.

Itu sebabnya, kemungkinan para pengemis ini akan berpikir ribuan kali untuk "bekerja" di Jakarta. 

REAKSI ANDA?

Komentar Facebook