Tentara Irak sendiri saking kesal terhadap ISIS melampiaskankekesalan dengan melempar hidup – hidup simpatisan ISIS ke jurang. Barangkaliini balasan terhadap pasukan ISIS yang suka penggal kepala orang danmemperlakukan wanita sebagai budak seks semata-mata. Seperti tayangan video di Youtube beberapawaktu lalu di mana sejumlah tentara ISIS melelang wanita – wanita Kurdi.

Sejumlah video yang memperlihatkan 'perlakuan ekstrem' yang diduga dilakukan aparat keamanan Irak terhadap orang-orang yang dianggap terkait ISIS tersebar di dunia maya.

Beberapa video terbaru menunjukkan sejumlah pria berseragam tentara Irak menyeret dan melempar seorang tersangka ke dalam jurang.

Tak cukup dengan melempar orang itu ke jurang, sekelompok orang itu kemudian menembaki jenazah orang tersebut setelah sampai di dasar jurang.

Editor BBC untukkawasan Timur Tengah, Sebastian Usher, mengatakan aksi mereka mungkin saja sebagai balasan atas aksi serupa yang pernah dilakukan ISIS. Kompas.com

 

Menteri Pertahanan Ryamizard Racudu menanggapi deportasi ratusan WNI yang diduga ber-afiliasi dengan ISIS dari Turki dengan sinis .

Menteri Pertahanan RyamizardRyacudu berkeras ratusan warga negara Indonesia yang dideportasikarena terlibat ISIS. Ryamizard berpendapat, lebih baik mereka tidak usahkembali ke Indonesia.

"Enggak usahbalik lagilah. Kalau mau berjuang, ya berjuang saja di sana sampai mati,"ujar Ryamizard di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (17/7/2017). Kompas.com

Lucu bin ajieb  alasan - alasan para pejuang ISIS tersebutkembali ke Indonesia, salah satu alasannya adalah ingin menikah di Indonesia. Lho...kok bisa ? Bukankah ISIS telah menyediakan banyak “Harem” / budak wanita yang bisa dinikahi, tak perlu repot –repot. Kabar – kabar fisik dan tampang mereka (harem)  OK – OK lho...seperti bintang sinetron keturunan Arab di tv nasional.

“Alasan klasik”, ujar Menhan seperti dikutip oleh Kompas.commengomentari alasan para pejuang ISIS itu. Hehehe... memang aneh – aneh saja kelakukan mereka, tekat berjuang kok tanggung – tanggung, pakai ijin pulang ke rumah segala. Jangan-jangan hanya modus buka kursus singkat bikin “bom panci” atau cari pengantin / relawan bom bunuh diri. Berhubung “panci” sudah  dicurigai oleh Densus 88, mungkin medianya diganti dengan “ember plastik”, lebih murah biayanya...heheheheh...

Kalau dipikir,  kurangajar para pejuang ISIS yang pulang ke Indonesia. Di luar negeri berjuang untuk negeri lain, setelah kalah perang balik ke tanah air mau bikin onar di negerisendiri. “Gak Jelas” istilah gaulnya, tidak jelas apa maunya, dan kepada siapa loyalitasnya selama hidup dunia (mungkin sudah lupa kalau masih hidup di dunia). Mereka lahir, besar dan menikmati pendidikan di Indonesia tapi mengabdi kepada negara yang belum jelas dan belum memberikan apa – apa.

Ternyata pejuang ISIS dari Timur Tengah yang akan dideportasi ke Indonesia cukup banyak, potensi bahaya laten ditengarai aparat keamanan Indonesia. Apalagi pepeperangan di Marawi, Mindanao, Philipina olehKelompok Maute  masih berlangsung hingga kini.  Tak heran mereka mencari medan perang lagi setelah Mosul di Irak jatuh ke tentara pemerintah Irak.  

Diberitakan,pemerintah Turki mendeportasi 152 WNI yang diduga kuat berafiliasi pada ISIS.

Tidak hanya 152 itusaja, WNI juga menangkap 435 WNI yang terlibat ISIS. Sebanyak 435 WNI itudirencanakan juga akan dipulangkan ke tanah air. Kompas.com

Saking kesalnya Menhan sama pejuang ISIS asal Indonesia yangingin pulang kampung dan mengobrak – abrik kebinekaan Indonesia mengatakan agartidak usah pulang dan mati saja di sana.

"Daripada ngerepotin, biarinsajalah di sana," lanjut dia. Kompas.com

Balas dendam menjadi lingkaran setan yang tidak bisa putus, aksi dibalas reaksi.  Wilayah Mosul di Irak Utara direbut kelompok ISIS tahun 2014 dan mengumumkan berdirinya'Kekhalifahan Islam' dengan Abu Bakr al-Baghdadi sebagai pemimpin. SesumbarISIS saat itu akan menjadikan Mosul sebagai kuburan musuh – musuh ISIS yangdikomandoi AS, faktanya kini perjuang ISIS termasuk dari Indonesia kocar –kacir seperti tikus sawah terbakar ekornya. 

REAKSI ANDA?

Komentar Facebook