Kampus Kaist dari Korea Selatan menjadi yang pertama dari 75 besar kampus dengan kategori innovative universities. Sedangkan kampus Harvard University, Amerika Serikat menjadi kampus dengan reputasi tertinggi di dunia.

Ada fakta menarik, mengapa universitas Islam di Timur Tengah atau di Asia tidak bisa masuk 100 top universitas di dunia. Berdasarkan rilis berita yang ditulis dilaman nst.com. yang berjudul Rise of Asian Univerisities (21/6/2017).

Dari data yang ditampilkan, Amerika Serikat mengambil delapan dari 10 tempat teratas dan jumlah semuanya mencapai 42 institusi di 100 teratas universitas seluruh dunia. Sedangkan Top 75 dari Reuters, telah mengidentifikasi dan memberi peringat pada institusi pendidikaan yang  paling banyak melakukan kemajuan dalam Ilmu Pengetahuan dan menemukan teknologi baru.

Beberapa Universitas Asia, terus meningkat dengan 28 institusi dengan peringkat China yang terus meningkat, menyusul beberapa institusi Eropa yang bergengsi.

Phil Baty, Editor Peringkat,"Pemeringkatan ini tidak didasarkan pada penilaian subyektif, tapi ini penilaian dipertimbangkan oleh akademisi senior dan penerbit, mereka orang yang paling tahu paling banyak universitas di dunia."

Daftar tersebut merupakan era kebangkitan Asia, khususnya China, yang kualitas univeritas menyalip institusi barat yang berbeda.

Universitas dari Korea Selatan dan China mendominasi klasemen Reuters Top 75 Tahun termasuk diantaranya Korea Advanced Institute of Science Technology (KAIST) dan Seouo National University (SNU), kedua kampus tersebut berasal dari Korea Selatan.

Sebab KAIST menghasilkan sejumlah besar penemuan berpengaruh, kinerja utama dalam penelitian ini bermitra dengan Clarivate Analytics, didasarkan data kepemilikan dan analisis indikator termasuk pengajuan paten dan kutipan penelitian. Saking banyaknya jumlah hak paten, seringkali menjadi rujukan peneliti dari luar negeri.

Tidak ada nama UGM, Unpad atau UI, meski pernah masuk dalam peringkat di versi sebelumnya. Pertanyaan lebih besar, mengapa tidak ada universitas Islam dari Timur Tengah di jajaran 100 tersebut. King Abdul Aziz University berada di 201-250. Sedangkan Universitas Jordan, India, Mesir dan Iran bertengger di 600-800.

Minimnya penelitian yang semangatnya tertulis dalam Al-Alaq : Iqro' bismirabbikaladzi khalaqo (Bacalah dengan nama Tuhanmu) dalam masalah kehidupan menjadi masalah tersendiri. Cuitan dari pemilik akun Nadirsyah Hosen, menyebutkan jumlah publikasi Harvard University jauh lebih banyak dibanding dengan semua publikasi ilmiah dari universitas di 17 negeri Muslim.

Dosen di Monash University Australia tersebut menjelaskan dana riset di 57 negara muslim hanya sebesar 0,81% dari GDP negara tersebut. Hal ini menunjukkan kajian ilmiah belum menjadi prioritas  pendidikan di negara muslim, termasuk Indonesia.

Fenomena yang terjadi, di Pakistan, sebuah kampus memiliki 3 masjid, dan membangun masjid ke 4, parahnya tidak ada satu toko buku di dalam kampus. Indonesia dan negara-negara Timur Tengah banyak disebukkan dengan aksi bela agama, khilafah, mubahalah dan isu lain. Sementara negara Islam sendiri sudah mulai turun karena tidak ada universitas Islam yang masuk Top 100. 

REAKSI ANDA?

Komentar Facebook