Perjuangan Novel Baswedan untuk memberantas korupsi memang tidak mudah. Meski nyawanya terancam, namun tekad penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut tidak pernah luntur.

Pada Selasa (11/4) dini hari lalu, Penyidik KPK Novel Baswedan mendapat serangan dari dua orang tidak dikenal. Akibatnya, Novel mengalami gangguan penglihatan akibat air keras yang disiram pelaku dan harus menjalani perawatan intensif.

Namun, serangan ini bukan kali pertama dialami oleh Novel. Sebelumnya Novel pernah menjadi sasaran teror yang mengancam nyawanya. Bukan hanya sekali, nyawa Novel bahkan hampir melayang tiga kali akibat peristiwa tabrak lari yang dianggapnya sebagai serangan yang direncanakan. Bukan hanya itu, ia pun sempat ditangkap pihak kepolisian dengan tuduhan terlibat sebuah kasus yang dinilai banyak pihak sebagai kasus rekayasa.

Segala bentuk ancaman yang diterima Novel ini sepertinya bukan tanpa alasan. Seperti diketahui, Novel telah banyak menangani kasus besar korupsi yang menjerat sejumlah petinggi negara bahkan kepolisian. Salah satunya adalah kasus cek pelawat pada 2011 silam. Dalam kasus tersebut, sejumlah nama anggota Komisi IX DPR RI periode 1999-2004 terseret karena diduga menerima dana suap untuk memenangkan Miranda Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior BI. 

Selama masa penanganan kasus tersebut, Novel mendapat serangan dari orang tidak dikenal namun berakhir dengan serangan yang "salah sasaran". Dirinya selamat tanpa terluka namun rekannya sesama penyidik harus mengalami retak kaki akibat ditabrak oleh sebuah mobil.

Ancaman lainnya datang saat Novel menangani kasus korupsi simulator SIM. Dalam kasus tersebut, Novel berhasil menguak kebenaran yang menyeret nama sejumlah petinggi Polri. Namun, langkahnya mengungkap kasus ini lebih jauh terhalang akibat sebuah kasus yang diungkap kepolisian pada 2015 silam. Dalam kasus tersebut, Novel dituduh terlibat sebuah kasus di tahun 2004 dan sempat di tahan. Novel akhirnya terbukti tidak bersalah. Banyak pihak yang kemudian menyebut bahwa kasus yang diangkat kepolisian tersebut adalah kasus rekayasa.

Lalu, kasus apa yang tengah ditangani Novanto saat ini hingga harus mengalami penganiayaan keji? Seperti yang diketahui, Novel saat ini tengah menangani kasus korupsi Elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP). Kasus mega proyek tersebut menyeret puluhan anggota dan mantan anggota DPR RI, seperti Setya Novanto dan Anas Urbaningrum. Melihat peristiwa-peristiwa sebelumnya, publik pun berasumsi serangan yang diterima Novel ada kaitannya dengan kasus e-KTP. 

Meski begitu, Novel tetap tegar dan semangat untuk terus mengungkap kasus-kasus korupsi demi kepentingan bangsa dan negara. Ada baiknya jika masyarakat pun tidak langsung menuduh salah satu tokoh berperan dalam penyerangan ini. Biarkan pihak kepolisian menyelidiki dan menangkap pelaku serangan hingga keakarnya. Masyarakat diharapkan ikut mengawal kasus ini agar tidak terhenti di tengah jalan. Sudah saatnya masyarakat melindungi KPK dari segala bentuk ancaman karena KPK adalah pejuang rakyat.

REAKSI ANDA?

Komentar Facebook