Setelah Majelis Hkim Pengadilan Tinggi Jakarta Utara memvonis dua tahun penjara atas perkara penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok ) , Ahok langsung mengajukan banding kepada Pengadilan Tinggi Jakarta.

Setelah Majelis Hkim Pengadilan Tinggi Jakarta Utara memvonis dua tahun penjara atas perkara penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok ), Ahok langsung mengajukan banding kepada Pengadilan Tinggi Jakarta.

Langkah itu ditempuh karena Ahok merasa keberatan meskipun jaksa menututnya dengan hukuman satu tahun dengan masa percobaan dua tahun.

Atas kepetusan hakim tersebut jaksa penuntut umum pun melakuan banding, bahkan menjurut Jaksa Agung HM Prasetyo hal itu dilakukan semata-mata untuk mencari keadilan kebenaran hukum atas perbadaan vonis hakim dengan tuntutan jaksa yang mengacu pada pasal 156 KUHP.

Gelombang protes massa dalam dan luar negeri terus bergejolak hingga , mereka prihatin atas vonis hakim atas Ahok dua tahun penjara.

Dukungan pada Ahok ini, menariknya  tidak hanya terjadi di satu-dua kota saja. Tak hanya Jakarta dan Medan, kota-kota besar lain di Indonesia juga menggelar aksi serupa. Bandung, Yogyakarta, Batam, Samarinda, Nias, Pekanbaru, Kupang, Denpasar, Sorong adalah kota-kota besar lain yang turut menyalakan lilin dan protes atas vonis Ahok.

Mereka ingin menunjukkan kalau masyarakat Indonesia yang mendukung demokrasi dan menjunjung nilai keberagaman Indonesia masih ada.  Massa pendukung Ahok tak henti-hentinya mendatangi kantor Pengadilan Tinggi Jakarta mereka menutut agar Gubernur DKI  Non Aktif dibebaskan menjadi tahanan kota.

Ribuan massa termasuk PLT Gubernur DKI  bersedia menjaminkan dirinya untuk Ahok agar bisa dijadikan tahanan kota. Kendati demikian Ahok pun menghormati keputusan majelis hakim Jakarta Utara, bahkan dia langsung dikirim ke LP Cipinang dan kemudian pada malam harinya terpaksa di pindah ke tahanan Mako Brimob Kelapa Dua Depok.

Dibalik jeruji tahanan itu Ahok bahkan sempat mengirimkan pesan kepada massa pendukungnya melalui pengeras suara agar para simpatisannya segera mengakhiri aksinya karena dinilainya bisa mengganggu ketertiban umum.

Upaya pembebasan Ahok menjadi tahanan kota terus diupayakan oleh tim pengacaranya dengan mengajukan memori banding kepada Pengadilan Tinggi Jakarta.

Presiden Joko Widodo pun meminta semua pihak menghormati apa yang telah menjadi keputusan Majelis Hakim atas perkara Ahok yang menjatuhkan hukuman dua tahun penjara, demikian pula upaya Ahok mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi.

Menariknya mereka juga mengumpulkan KTP, pengumpulan KTP dimulai saat aksi pendukung Ahok di depan Balai Kota pada Kamis (11/5/2017). Pengumpulan KTP tersebut tidak dikhususkan kepada warga Jakarta melainkan seluruh Indonesia.        

Sementara Jaksa Agung HM Prasetyo menegaskan memori banding, yang akan diajukan oleh pihak kejaksaan terkait vonis di sidang perkara penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), masih sedang disusun.

Menurut Prasetyo, kejaksaan kini masih mempelajari isi memori banding yang diajukan oleh Tim Penasihat Hukum Ahok. Kejaksaan juga perlu mengkaji dulu analisa yuridis majelis hakim yang memutus perkara ini.

Pengajuan banding dari pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) di perkara penistaan agama itu. untuk mencari kebenaran hukum mengingat perbedaan isi vonis hakim dengan tuntutan jaksa.

Menurut dia, keputusan kejaksaan dalam mengajukan banding terkait vonis Ahok ini memerlukan pertimbangan matang sehingga tidak diputuskan terburu-buru.

Bagaimanapun hasilnya tentu kita harus menghormati apa yang akan diputuskan oleh Pengadilan Tinggi Jakarta, mencari keadilan adalah hak semua warga.

REAKSI ANDA?

Komentar Facebook