Presiden Joko Widodo meminta agar tabungan haji yang nilainya sangat besar dikelola dan dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur.

Wacana Investasi Dana Haji

Hal ini bertujuan agar dana tabungan haji Indonesia hasilnya bisa lebih produktif mengingat lamanya waktu pemberangkatan jemaah calon haji.

Meski baru sebatas wacana, kebijakan ini menuai pro kontra di masyarakat. Kebijakan ini sebenarnya sudah lebih dahulu diadopsi oleh Malaysia. Malaysia memiliki lembaga Tabungan Haji di mana dana simpanannya diinvestasikan ke proyek pembangunan infrastruktur.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencaanan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menjelaskan, tidak ada salahnya untuk menggunakan dana haji untuk berinvestasi salah satunya di infrastruktur. Nantinya uang akan berputar hingga menghasilkan keuntungan baik bagi perbankan syariah maupun bagi nasabah.

Namun yang selama ini sering kali terjadi menurut Bambang adalah perbedaan pemahaman, yang membuat seolah-olah dana haji digunakan sebagai alat untuk belanja infrastruktur. Sehingga hal tersebut menghawatirkan sejumlah pihak, bahwa dana haji seakan-akan seperti disalahgunakan.

"Ada kesalah pahaman istilah penggunaan dana haji untuk infrastruktur. Kata Penggunaan ini kalau diartikan belanja atau spending infrastruktur, itu salah. Karena tidak boleh, dana haji milik orang yang berkeinginan haji. Tapi kalau penggunaan (dana haji) tadi itu dinterpretasikan sebagai investasi itu boleh," ujarnya.

Meski bisa digunakan untuk menginvestasikan apa saja, namun menurut Bambang investasi yang sifatnya jangka panjang seperti infratsruktur adalah yang paling tepat. Misalnya seperti infrastruktur jalan tol atau pembangkit listrik.

Lalu bagaimana  pandangan Anda melihat wacana yang tengah ramai diperbincangkan ini?

REAKSI ANDA?

Komentar Facebook