Berita kematian Johannes Marliem, sangat mengejutkan. Kasus Novel Baswedan yang belum usai, ditambah kasus kematian sosok orang yang terlibat transaksi dan pelaksanaan sistem E-KTP. Seolah menjadi pukulan mental warga Indonesia. Siapa saja saksi penting dalam sebuah kasus, akan menjadi mangsa para kaum pesakitan.

1. Johannes Marliem Alami Shock Berat

1. Johannes Marliem Alami Shock Berat

Dugaan penulis, pertama ada fakta baru diluar yang dikumpulkan KPK, seperti menetapkan saksi Miryam S menjadi tersangka. Perkembangan kasus ini telah menjadi kompleks permasalahannya, yang kemudian menjadikan sosok Marliem dalam tuntutan Irman dan Sugiharto, dirinya telah menerima uang US$14,8 juta dan Rp25,2 miliar, namun dugaan tersebut ditolak oleh  Marliem dalam wawancaranya dengan di Koran Tempo, sebagai kompensasi pekerjaan, sebagai pelaksanan sistem e-KTP.

Melihat kondisi tersebut, posisi Marliem semakin terpojok, awalnya dia menawarkan rekaman data pembicaraaan, namun dalam tuntutan malah dia dituduh menerima uang dalam jumlah tertentu. Secara psikis, dia terpukul, dari saksi malah terseret sebagai penerima uang atau tersangka. Sehingga kemungkinan dia menghabisi nyawanya sendiri, seperti yang diberitakan media. 



REAKSI ANDA?

Komentar Facebook