Isu tentang pemindahan ibu kota Indonesia kembali mencuat. Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, menjadi calon kuat ibu kota baru di Indonesia. Isu ini memang sudah lama berhembus, namun kembali ada ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Bappenas mengkaji isu ini lebih dalam agar tidak terjadi kekeliruan. Seperti apa lebih dalamnya isu ini? Simak pemaparan berikut.

1. Mimpi Sukarno

Mimpi Sukarno

Pemindahan ibu kota ke Palangkaraya ternyata memang merupakan mimpi Presiden Sukarno sedari dulu. Ia sudah meramalkan pertumbuhan ekonomi dan populasi di Jakarta dan Pulau Jawa bakal tak terkendali sejak tahun 1957.

Wacana ini tertuang dalam buku berjudul 'Sukarno dan Desain Rencana Ibu Kota RI di Palangkaraya' karya Wijanarka. Sang penulis menyaksikan langsung kunjungan Sukarno ke Palangkaraya pada tahun 1950-an. Dalam kunjungan tersebut, Sukarno bisa menilai kuatnya potensi Palangkaraya sebagai pusat pemerintahan di masa mendatang.

Harapan Sukarno ini tidak lepas dari fakta bahwa Kalimatan merupakan pulau terbesar di Indonesia dan letaknya di tengah-tengah gugus NKRI. Selain itu, ia menilai bahwa konsep  pembangunan di Jakarta merupakan peninggalan penjajahan. Maka itu, Sukarno ingin membangun ibu kota dengan konsepnya sendiri.



REAKSI ANDA?

Komentar Facebook