Kasus korupsi e-KTP baru-baru ini sangat menyorot perhatian publik. Bagaimana tidak, kasus ini diduga melibatkan banyak pejabat dari berbagai kalangan. Memang bukan rahasia lagi bahwa pembuatan KTP di seluruh Indonesia menjadi lahan basah oleh para tikus yang haus dengan kekayaan.

Sidang kasus korupsi e-KTP ini sudah sampai jilid tiga. Dari mulai bantahan, pengakuan bahkan hingga tangisan ada dari para saksi yang dihadirkan. Seperti apa kisahnya?

1. Mengaku dipengaruhi

Mengaku dipengaruhi

Teguh juwarno mengakui bahwa pimpinan fraksi berperan terhadap pengambilan keputusan. Arahan ketua fraksi tidak wajib menentukan kebijakan Komisi II DPR. Arahan ketua fraksi ini juga kadang tidak sejalan dengan pimpinan komisi.

Ini dinilai Irene Putri, selaku jaksa KPK, sebagai bukti bahwa ketua fraksi bisa memberikan arahan dan anggota biasanya akan patuh.



REAKSI ANDA?

Komentar Facebook