Diskusi para pakar mempersiapkan generasi milenial Kita, agar tidak menjadi penyakit akut yang menjadi arah disintegrasi NKRI.

Lewat dari Pilpres 2014, kemudian dipilkada DKI 2017. Gejala politik yang panas secara natural, lebih panas lagi media sosmed menjadi media propaganda bagi golongan yang ingin meraih keuntungan dibalik ini. Program Mata Najwa mencoba ingin menemukan titik temu siapa pelaku, motif apa, kesempatan dan celah apa yang ditunggangi untuk kepentingan kemenangan pihak politik tertentu.  Ada pengakuan seorang pengusaha publisher, yang diwawancarai secara khusus bagaimana dia bekerja pada puluhan situs tersebut memperkeruh menyebarkan informasi hoax, namun dalam kondisi yang bisa dikendalikan.

Para pakar yang diundang oleh Najwa Shihab, antara lain, Johan Budi Juru Bicara Kepresidenan, Boy Rafli Ahmad Kadiv. Humas Mabes Polri,  Joseph Adi Prasetyo Ketua Dewan Pers, dan Ismail Fahmi Pencipta Drone Emprit Piranti Lunak Pemeriksa Informasi Viral.

Menurut Mr.X, perihal yang akan menjadi viral di sosial media seperti politik, artis dan hal-hal aneh dalam tanda kutip diluar pikiran manusia.  Pekerjaan dia dengan  mengedit sedikit judul dari media mainstream, dan data-data penting untuk menggiring opini publik terpancing secara emosi. 

Musuh Dewan Pers selama ini ada tiga, pertama Pers abal-abal dia bergerak seperti kerja jurnalistik, namun goals-nya untuk memojokkan seseorang. Setelah terpojok, ini menjadi santapan bagi media untuk menawarkan iklan dengan maksud untuk berdamai.  Kedua, media buzzer, mereka bekerja untuk pemenangan salah satu pasangan saat pemilu, untuk membentuk persepsi politik dan memenangkan orang yang membayar jasa tersebut. Ketiga, media hoax, yang sengaja dibuat, dengan cara mencomot berita dari media mainstream, kemudian memutarbalik fakta, dengan judul yang sensasional menggodok SARA sebagai barang halal untuk dikonsumsi menjelang Pilkada. Ketiga musuh tersebut motifnya adalah uang yang menggiurkan. Diceritakan oleh Mr.X, penghasilannya mencapai Rp300-500 juta. 

Simak bagaimana para tokoh mengulas secara detail dan rigid bagaimana keluar dari penyakit bangsa ini, melalui video-video berikut ini. 

Episode Pertama Virus Dusta

REAKSI ANDA?

Komentar Facebook